Rapat persiapan simulasi kondisi darurat tingkat provinsi
NTT telah berlangsung pada hari jumad 20 Oktober 2012 di kantor desa Toineke.
Hadir pada pertemuan tersebut kepala Bidang
kesiapsiagaan BPBD Provinsi NTT,Jimy Mella bersama rombongan, Tim BPBD
Kabupaten Timor Tengah Selatan,Koramil
dan Kapolsek Kecamatan kualin,aparat Desa dan Masyarakat Desa
Toineke,perwakilan dari dinas social, kesbangpolLinmas,Tagana,bagian keuangan
dan asset daerah dari Kabupaten Timor tengah selatan.
Rapat persiapan diawali dengan ucapan selamat datang oleh
Kepala Desa Toineke, bapak Kmio. Pada kesempatan tersebut kepala desa
mengucapkan selamat datang dan terima kasih banyak atas kepercayaan yang
diberikan sehingga memilih desa Toineke sebagai tempat berlangsungnya simulasi
nanti. Ia berharap semua masyarakat , terutama aparat desa dapat menggerakkan
masyarakat diwilayahnya masing – masing untuk terlibat mensukseskan acara
dimaksud.
Acara
dilanjutkan dengan penjelasan dari KABID I BPBD NTT tentang maksud dan tujuan
dari pertemuan ini.”pertemuan hari ini sangat berarti dan menentukan bagi
pelaksanaan simulasi pada tanggal 2 Nopember 2012 mendatang” tegas Kabid 1. Untuk itu dalam pertemuan ini,
ia berharap agar kita dapat merumuskan /
memberi masukan terhadap draft scenario guna lebih di pertajam lagi.
Pertemuan persiapan yang berlangsung dikantor kepala Desa
Toineke di fasilitasi oleh Sintus Karolus,Julius Nakmofa dan Kepala bidang
Kedaruratan BPBD Provinsi NTT.Kabid kedaruratan menyampaikan penjelasan – penjelasan mengenai seputar pelaksanaan
simulasi ini, sintus Karolus menyampaikan draft scenario yang telah dibuat
berdasarkan rencana kontijensi yang sudah dibuat untuk ancaman banjir.
Sedangkan Julius Nakmofa memfasilitasi pandangan – pandangan masyarakat
terhadap scenario yang sudah dibuat dan pembagian peran dalam simulasi nanti.
Pertemuan ditutup pada pukul 16.00 dengan kesepakatan –
kesepakatan bahwa simulasi akan melibatkan warga masyarakat 5
desa yaitu Desa Oebelo dan Desa Noemuke dari Kecamatan Amanuban selatan, Desa
Toineke,Desa Kiufatu dan Desa Tuafanu Kecamatan Kualin. Desa – desa tersebut
akan mengirimkan utusan sebanyak 100 peserta untuk terlibat dalam memerankan
adegan dalam simulasi nanti. Untuk memfasilitasi persiapan masyarakat dalam
bermain peran,akan di koordinir oleh Ibu Aoetpah dan Bapak Taneo.
Kegiatan
simulasi ini akan dirangkai dengan kegiatan memperingati hari Pengurangan
Risiko bencana Internasional tingkat provinsi NTT dengan berbagai kegiatan
seperti , Penanaman Mangrove,pemutaran film,sosialisasi Narkoba dan HIV/AIDS.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar