Penulis : Palce Amalo
Senin, 10 Desember 2012 19:11 WIB
KUPANG--MICOM: Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang
bermukim dekat lokasi rawan bencana diminta mengenali gejala awal munculnya
bencana.
"Dengan mengenal gejala awal bencana, masyarakat
memiliki kesempatan menyelamatkan diri sebelum bencana terjadi," kata
Direktur Penguatan Masyarakat Penanggulangan Bencana (PMPB) NTT Yus Nakmofa di
Kupang, Senin (10/12).
Menurutnya, masyarakat perlu dipersiapkan guna menghindari
korban jiwa saat bencana. Apalagi wilayah NTT merupakan daerah yang sering
dilanda bencana. Dari 13 jenis bencana yang selalu melanda Indonesia, pernah
terjadi di NTT. Bencana yang paling banyak melanda daerah ini adalah banjir, longsor,
angin puting beliung, kebakaran, cuaca buruk, dan bencana sosial.
Menurut Yus gejala awal bencana longsor antara lain hujan
berhari-hari. Kondisi seperti itu sering terjadi di Kabupaten Manggarai,
Manggarai Timur, dan sejumlah kabupaten di Pulau Timor. Hujan berlebihan juga
mengakibatkan sungai meluap hingga menimbulkan banjir. "Masyarakat tidak
boleh beraktivitas di bantaran sungai jika terjadi hujan berlebihan,"
ujarnya.
Menurutnya, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) NTT yang
di dalamnya tergabung PMPB dan sejumlah instansi pemerintah menyusun rencana
aksi daerah selama lima tahun ke depan guna peningkatan kapasitas masyarakat
dan pengurangan risiko bencana. "Forum membangun kesiapsiagaan bencana di
masyarakat melalui program pengurangan risiko bencana," kata Yus.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) NTT Tini Thadeus mengatakan tingkat kerawanan bencana di daerah itu
sangat tinggi seperti banjir, longsor, gempa bumi, dan gunung meletus. BPBD
juga menggelar sosialisasi kepada masyarakat di berbagai daerah mengenai
tindakan preventif mengantisipasi munculnya bencana. Ia mengatakan bencana juga
muncul karena kelalaian manusia seperti membangun rumah di bantaran sungai atau
menebang pohon yang berdampak pada longsor dan banjir. (PO/OL-01)












Tidak ada komentar:
Posting Komentar