peserta hadir pada acara lokakarya sebanyak 60 orang ,terdiri dari utusan masyarakat desa Pili dan SDI Besabnao, Perwakilan masyarakat Desa taebone dan SDI Oefau serta undangan dari SKPD terkait di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
kegiatan diawali dengan pemaparan capaian - capaian kegiatan yang di laksanakan oleh PMPB selama 9 bulan di 2 desa dan 2 sekolah . Pemaparan capaian program yang disampaiakan oleh Julius Nakmofa mewakili PMPB - NTT.
Pada pemaparan tersebut disampaikan pembelajaran program selama 9 bulan . bila ingin agar pengurangan risiko bencana benar-benar dapat diaplikasikan dan berkelanjutan,perlu memperhatikan 10 langkah sebagai berikut :
1.TANAMKAN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK AKAN KEMAMPUAN DIRI SENDIRI UNTUK MENGURANGI RISIKO BENCANA
2.YAKINLAH BAHWA ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK
MENCIPTAKAN BUDAYA SADAR BENCANA DAN BUDAYA TANGGUH BENCANA
3. BERIKAN KESEMPATAN DAN RUANG BAGI ANAK UNTUK MENGASAH PENGETAHUAN,KETRAMPILAN DAN
PRAKTEK PENGURANGAN RISIKO BENCANA
4. Banyak pelopor penggerak pengurangan risiko bencana
berbasis anak disekitar kita
5. Berbicaralah dan bertindak lebih banyak dari biasanya bersama anak untuk memulai dari hal kecil
6. Mintalah dukungan pada pihak lain untuk mendukung anak –
anak
7. Lebih banyak melibatkan anak – anak dalam perencanaan
sekolah dan desa: dengar ,resapi dan praktekkan apa ide mereka
8. Hargai dan berikan penghargaan kepada anak – anak sekecil
apapun yang dihasilkan
9. Sekolah dapat
membuat keputusan mendukung untuk
melindungi anak-anak
10. Bila masih gagal teruslah mendukung anak-anak,
karena keberhasilan tinggal selangkah
lagi
dari lokakarya ini telah dihasilkan 5 rekomendasi yang akan diteruskan kepada dinas PPO Kabupaten TTS dan Instansi terkait agar PRBBA dapat terus dilanjuytkan di wilayah TTS.
kegiatan di tutup dengan pemberian hadiah kepada peserta yang terpilih sebagai agen Perubahan tingkat sekolah dasar .












Tidak ada komentar:
Posting Komentar