Pada tanggal
12 Mei 2013. 10 : 30 am, awan gelap
secara perlahan menutupi wilayah desa Napi dan wilayah sekitarnya. Anggota tim deteksi dini
keluar untuk melakukan pemantauan awal kondisi di sekitar wilayah yang rawan
longsor. hujan lebat
mengguyur wilayah kabupaten Timor Tengah Selatan, termasuk desa dan wilayah
sekolah SD GMIT KIENapi, kecamata Mollo Selatan.
hujan lebat terus
berlanjut hingga 14 Mei 2013, kondisi hujan lebat disertai dengan tiupan angin
keras membuat masyarakat di daerah tersebut
ketakutan dan merasa khawatir kalau akan terjadi longsor. ..............
Pada tanggal 24 hingga 25 Mei 2013,
hujan tidak kunjung reda / berhenti. Sebaliknya hujan kian derasnya dengan
disertai deru guruh dan angin kencang melanda SD GMIT KIEdan desa Napi. Regu pendeteksi dini melihat terjadi retakan
tanah dengan lebar ± 10 - 50 cm, terdapat
rembesan air tanah, Pohon pohon mulai condong dengan kemiringan mencapai 15%,
ternak tidak lagi melewati wilayah tersebut, lubang-lubang alam pun mulai
bermunculan dan telah terjadi pergeseran tanah......................
Setelah memasuki hari ke
20 yakni tanggal 29 Mei 2013, Hujan tidak juga reda, telah terjadi patahan
tanah disertai bunyi-bunyian pada tanah, pohon-pohon mulai tumbang, air dan
tanah mulai berbau belerang dan berubah warnanya, dan mulai terjadi longsoran
kecil. Tim deteksi dini menyampaikan pantauannya dan informasi disampaikan
kepada Kepala Desa, bahwa keadaan sudah semakin parah dan masayarakat serta
warga sekolah harus segera mengungsi ke tempat yang aman.
Setelah memastikan bahwa
semua siswa telah berada di titik berkumpul dan yang korban luka mendapatkan
perawatan medis.-----
SORRY ... YAH ... SEDIKIT CUPLIKAN DARI SKENARIO SIMULASI DI SD GMIT KIE 12 JUNI 2013












Tidak ada komentar:
Posting Komentar