Wilayah
Indonesia pada umumnya dan khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah
rawan bencana. Setiap kali terjadi bencana, dampak yang ditimbulkan berupa
kematian, luka-luka, cacat , kehilangan harta benda dan kerusakan lingkungan.
Tentu kita semua tidak menginginkan dampak buruk diatas menimpa anak – anak
kita ketika sedang berada di sekolah .
Lahirnya
Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( Perka - BNPB) nomor 4
tahun 2012 tentang sekolah / madrasah aman bencana. Merupakan salah satu bentuk
perlindungan pemerintah bagi sector pendidikan di Negara kita.
Sekolah
/ madrasah aman bencana adalah sekolah /madrasah yang menerapkan standar sarana
dan prasarana serta budaya yang mampu
melindungi warga sekolah dan lingkungan disekitarnya dari bahaya bencana.
Dalam tahun
2015 – 2017, Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB)
NTT, bekerjasama dengan Plan Internasional Indonesia melaksanakan “
Program penguatan suara anak melalui promosi sekolah/ madrasah aman bencana”
Tujuan
dari program ini ,Untuk meningkatkan
akses kelingkungan belajar yang aman bagi anak-anak melalui replikasi dan
meningkatkan serta memperluas inisiatif sekolah aman di tingkat kabupaten
dan provinsi
untuk lebih memperkenalkan program ini, maka pada tanggal 4 pebruari 2016, bertempat di studio I RRI kupang telah berlangung dialog interaktif yang menghadirkan Jemi Mela, SE Kabid pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD NTT, Bapak Alfons Arakian,Kepala seksi bidang dikdas,Dinas P dan K provinsi NTT, julius Nakmof direktur PMPB NTT dan bapak Drs.
Rasyid Ridha mukin Kepala sekolah
Madrasah Tsanawiyah.
kegiatan yang dipandu Vanny Tali berlangsung selama satu jam,berjalan dengan lancar karena di dukung oleh semua pihak, teruma pertanyaan - pertanyaan pemirsa yang turut memperkaya dialog radio ini.
kegiatan yang dipandu Vanny Tali berlangsung selama satu jam,berjalan dengan lancar karena di dukung oleh semua pihak, teruma pertanyaan - pertanyaan pemirsa yang turut memperkaya dialog radio ini.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar