BENCANA DISEKITAR KITA

MARI KURANGI RISIKO BENCANA SEKARANG JUGA

Selasa, 18 September 2012

kerinduan tak berujung

setelah merdeka 67 tahun,ternyata bangsa ini belum dapat mengantarkan rakyatnya untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. kebutuhan yang paling mendasar seperti air bersih masih merupakan barang  mewah yang belum dapat dijangkau dan nikmati oleh masyarakat dipedesaan. siap yang salah diantara kita,masyarakat yang malas atau pemegang mandat rakyat yang belum peduli?
tulisan ini merupakan renungan saya ketika melakukan  perjalanan dari kupang ke  Desa taebone, kecamatan Fatukopa,kabupaten Timor Tengah selatan (TTS) selama 2 hari.

ketika mobil yang kami tumpangi berpisah dengan jalan  Timor raya,tepatnya di wilayah Desa neke, guncangan mobil sudah mulai terasa,karena pengemudi mulai memperlambat laju kendaraan karena jalan mulai berlubang . jalan aspal yang menghubungkan wilayah Kecamatan Oenino- Amanuban Timur dan Kecamatan amanatun Utara seperti belum mendapat perhatian yang serius. " kalau kita sili ban muka,maka ban belakang akan kena" begitu alasan si sopir  memberi alasan atas guncangan - guncangan yang kami alami. alasan si sopir memang beralasan,karena jalan aspal mulai berlubang dan hampir dalam perjalanan hingga  memasuki kecamatan amanuban timur tidak bisa menghindari jalan berlubang. dengan kondisi ini, kami mencoba menikmati saja perjalanan dalam guncangan agar tidak stres sendiri.

melewati wilayah kecamatan amanuban timur, mobil berbelok ke arah kiri memasuki wilayah kecamatan Fatukopa  menuju desa taebone. memasuki wilayah ini,kami sedikit terhibur karena jalan yang kami lalui baru saja diperbaiki dengan timbunan tanah putih yang telah dipadatkan dengan alat berat. lumayan juga ,karena dapat mengurangi guncangan.

 (salah satu sumber air bersih masyarakat Desa Taebone)

malam ini kami melewatinya dengan bermalam di desa taebone. rumah bulat menjadi tempat mengobrol kami dengan tuan rumah dan beberapa tetangga yang datang menyapa kami .  dua piring ubi rebus dan sambal yang nikmat menemani kami sambil ngobrol berbagai persoalan yang terjadi di desa taebone. persoalan air bersih dan longsor menjadi fokus pembicaraan kami malam itu. pembicaraan ini berawal dari tawaran pemilik rumah  agar kami mandi sebelum tidur.
ternyata tawaran ini kami tolak karena untuk mencapai sumber air / sungai kami harus berjalan 3 kilometer , belum lagi kami harus menuruni jurang terjal untuk mencapai sungai itu. keputusan batal mandipun diambil untuk melanjutkan obrolan.
sebenarnya masyarakat disini sudah mencoba untuk mendapatkan air bersih,tetapi karena struktur tanah yang mudah longsor  sehingga setiap upaya yang dilakukan untuk mendapatkan air bersih tidak terpenuhi. sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih,masyarakat harus berjalan kaki menuju sungai dan mengambil air dari lubang resapan yang dibuat di pinggir sungai. airnya keruh dan tidak layak untuk diminum tetapi tidak ada pilihan lain , " terpaksa" mengkonsumsi saja.
sampai kapan kondisi ini akan bertahan? hanya pemda TTS dan Masyarakat Taebone yang tahu.

Tidak ada komentar:

Aktifitas PMPB NTT