Desa Naip , sebuah Desa di
Kecamatan Noebeba Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) adalah sebuah desa di pegunungan TTS yang selalu mengalami kejadian longsor . Ancaman
longsor dan kekeringan selalu dialami
oleh masyarakat Desa tersebut.
Namun demikian, ancaman tersebut
diterima sebagai sebuah tantangan yang harus dikelola untuk keberlanjutan hidup
masyarakat disana. Adalah bapak Servius
Yos Silla , bujangan yang lahir tahun 1969 boleh disebut sebagai salah satu
penggerak masyarakat untuk mengelola alam yang sudah terberi
demi kelangsungan hidup masyarakat Desa Naip.
Bapak Vius, begitu sering ia
disapa, memulai usaha perlindungan fisik
tanah dari erosi di desa tersebut tahun
2004. Selepas tamat Sekolah Dasar di Desa Naip , ia tidak dapat melanjutkan ke
SMP karena orang tuanya tidak mempunyai biaya untuk kelanjutan pendidikannya. Ia
mulai berpikir untuk berusaha. Awalnya ia mau mengembangkan usaha peternakan
tetapi karena takut sering melihat ternak mati karena penyakit yang selalu
menyerang . akhirnya bapak vius memutuskan untuk menukuni bidang pertanian guna memenuhi
kebutuhan hidupnya.
| Servius Yos Silla |
Untuk mewujudkan niatnya menekuni bidang
pertanian, ia melihat masalah kekeringan dan erosi sebagai sebuah ancaman yang
harus disiasati agar usaha pertnian bisa berjalan dengan baik . Awalnya ia
melihat tanah diwilayah tersebut sering tidak subur karena tergerus erosi. Dengan
upaya sendiri , ia memulai membuat terasering di kebun nya sebanyak 23 larikan yang luasnya 1 Ha. Dari hasil kerja
kerasnya membuahkan hasil dan menjadi
contoh bagi masyarakat sekitar.
Upaya yang sudah dilakukannya
menjadi motivasi tersendiri baginya untuk mengajak warga lain untuk mengikuti
jejaknya. Awalnya memang agak sulit baginya menghimpun masyarakat lain, tetapi
dengan semangat untuk merubah kehidupan masyarakatnya ,upaya tersebut terus
dilakukan sehingga saat ini telah
terbentuk 10 kelompok dengan anggota 118 orang .
Kelompok tani yang telah
terbentuk melakukan kegiatan pembuatan
terasering 10 Ha . selain itu 10
kelompok tani ini, telah tergabung dalam Gabungan kelompok tani dengan usaha tanaman holtikultura,simpan
pinjam, usaha dagang dan konservasi tanah dan air dengan dukungan dana 100 Juta dari Dinas pertanian tanaman pangan Kabupaten TTS.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar