BENCANA DISEKITAR KITA

MARI KURANGI RISIKO BENCANA SEKARANG JUGA

Jumat, 16 Agustus 2013

lebih dekat dengan pak Vius



Desa Naip , sebuah Desa di Kecamatan Noebeba Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) adalah sebuah desa  di pegunungan TTS  yang selalu mengalami kejadian longsor  .  Ancaman longsor dan kekeringan  selalu dialami oleh masyarakat Desa tersebut.
Namun demikian, ancaman tersebut diterima sebagai sebuah tantangan yang harus dikelola untuk keberlanjutan hidup masyarakat disana.  Adalah bapak Servius Yos Silla , bujangan yang lahir tahun 1969 boleh disebut sebagai salah satu penggerak  masyarakat  untuk mengelola alam yang  sudah terberi  demi kelangsungan hidup masyarakat Desa Naip.

Bapak Vius, begitu sering ia disapa, memulai usaha   perlindungan fisik tanah dari erosi  di desa tersebut tahun 2004. Selepas tamat Sekolah Dasar di Desa Naip , ia tidak dapat melanjutkan ke SMP karena orang tuanya tidak mempunyai biaya untuk kelanjutan pendidikannya. Ia mulai berpikir untuk berusaha. Awalnya ia mau mengembangkan usaha peternakan tetapi karena takut sering melihat ternak mati karena penyakit yang selalu menyerang . akhirnya bapak vius memutuskan untuk   menukuni bidang pertanian guna memenuhi kebutuhan hidupnya.  
Servius  Yos Silla

 Untuk mewujudkan niatnya menekuni bidang pertanian, ia melihat masalah kekeringan dan erosi sebagai sebuah ancaman yang harus disiasati agar usaha pertnian bisa berjalan dengan baik . Awalnya ia melihat tanah diwilayah tersebut sering tidak subur karena tergerus erosi. Dengan upaya sendiri , ia memulai membuat terasering di kebun nya sebanyak 23  larikan  yang luasnya 1 Ha. Dari hasil kerja kerasnya  membuahkan hasil dan menjadi contoh  bagi masyarakat sekitar. 
Upaya yang sudah dilakukannya menjadi motivasi tersendiri baginya untuk mengajak warga lain untuk mengikuti jejaknya. Awalnya memang agak sulit baginya menghimpun masyarakat lain, tetapi dengan semangat untuk merubah kehidupan masyarakatnya ,upaya tersebut terus dilakukan  sehingga saat ini telah terbentuk 10 kelompok dengan anggota 118 orang .

Kelompok tani yang telah terbentuk melakukan  kegiatan pembuatan terasering  10 Ha . selain itu 10 kelompok tani ini, telah tergabung dalam Gabungan kelompok tani  dengan usaha tanaman holtikultura,simpan pinjam, usaha dagang  dan konservasi tanah dan air dengan dukungan dana  100 Juta dari Dinas  pertanian tanaman pangan Kabupaten TTS.

Tidak ada komentar:

Aktifitas PMPB NTT