KUPANG
(Lampost.Co): Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bermukim dekat lokasi
rawan bencana diminta mengenali gejala awal munculnya bencana.
"Dengan mengenal gejala awal bencana, masyarakat memiliki kesempatan menyelamatkan diri sebelum bencana terjadi," kata Direktur Penguatan Masyarakat Penanggulangan Bencana (PMPB) NTT Yus Nakmofa di Kupang, Senin (10/12).
Menurutnya, masyarakat perlu dipersiapkan guna menghindari korban jiwa saat bencana. Apalagi wilayah NTT merupakan daerah yang sering dilanda bencana. Dari 13 jenis bencana yang selalu melanda Indonesia, pernah terjadi di NTT. Bencana yang paling banyak melanda daerah ini adalah banjir, longsor, angin puting beliung, kebakaran, cuaca buruk, dan bencana sosial.
"Dengan mengenal gejala awal bencana, masyarakat memiliki kesempatan menyelamatkan diri sebelum bencana terjadi," kata Direktur Penguatan Masyarakat Penanggulangan Bencana (PMPB) NTT Yus Nakmofa di Kupang, Senin (10/12).
Menurutnya, masyarakat perlu dipersiapkan guna menghindari korban jiwa saat bencana. Apalagi wilayah NTT merupakan daerah yang sering dilanda bencana. Dari 13 jenis bencana yang selalu melanda Indonesia, pernah terjadi di NTT. Bencana yang paling banyak melanda daerah ini adalah banjir, longsor, angin puting beliung, kebakaran, cuaca buruk, dan bencana sosial.
Menurut Yus gejala awal bencana longsor antara lain hujan berhari-hari. Kondisi seperti itu sering terjadi di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan sejumlah kabupaten di Pulau Timor. Hujan berlebihan juga mengakibatkan sungai meluap hingga menimbulkan banjir. "Masyarakat tidak boleh beraktivitas di bantaran sungai jika terjadi hujan berlebihan," ujarnya.
Menurutnya, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) NTT yang di dalamnya tergabung PMPB dan sejumlah instansi pemerintah menyusun rencana aksi daerah selama lima tahun ke depan guna peningkatan kapasitas masyarakat dan pengurangan risiko bencana. "Forum membangun kesiapsiagaan bencana di masyarakat melalui program pengurangan risiko bencana," kata Yus.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini Thadeus mengatakan tingkat kerawanan bencana di daerah itu sangat tinggi seperti banjir, longsor, gempa bumi, dan gunung meletus. BPBD juga menggelar sosialisasi kepada masyarakat di berbagai daerah mengenai tindakan preventif mengantisipasi munculnya bencana. Ia mengatakan bencana juga muncul karena kelalaian manusia seperti membangun rumah di bantaran sungai atau menebang pohon yang berdampak pada longsor dan banjir. MI/U-4













Tidak ada komentar:
Posting Komentar