Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah daerah beresiko tinggi terhadap dampak bencana banjir yang terjadi tiap tahunnya. Pesisir selatan Malaka seperti di Kecamatan Malaka Barat dan Malaka Tengah terlebih desa yang berada pinggiran sungai
Benenain selalu menghadapi banjir tahunan, sama seperti musim pasang tinggi,
badai tropis sehingga daerah pesisir juga dikelompokan sebagai daerah berisiko
tinggi untuk gempa bumi yang berpotensi tsunami. Bencana pesisir yang berulang
tersebut berpengaruh pada kematian dan kehilangan tempat tinggal penduduk,
kerusakan dan kehancuran tempat tinggal (penggenangan air, longsor, bangunan
runtuh karena angin), dan kehilangan mata pencahrian karena salinasi dan erosi
lahan tanaman dan perikanan pesisir (tambak).
menyadari akan dampak tersebut, Cis Timor dengan dukungan dana dari Actec telah menghadirkan sebuah stasiun Radio Komunitas Kebencanaan di Malaka.
Program ini merupakan salah satu bentuk peningkatan
akses informasi kebencanaan dari berbagai sumber kepada komunitas di Malaka, yaitu dari Hulu
ke Hilir.
Untuk mengoptimalkan peranan radio komunitas ini, serangkaian kegiatan telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan oleh CIS-Timor dan berbagai pemangku kepentingan di kabupaten Malaka, Kabupaten Belu,Kabupaten TTU dan Kabupaten TTS.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2014 adalah kegiatan rapat koordinasi lintas kabupaten , yang dihadiri oleh pemerintah kabupaten dan lembaga non Pemerintah yang bekerja pada isu kemanusiaan.
Rapat koordinasi yang dilangsungkan di Soe, Kabupaten TTS, didahului dengan pemaparan materi oleh Kabid I BPBD NTT, dengan topik Peranan BPBD Provinsi NTT dalam koordinasi lintas Sektor Menghadapi bahaya banjir dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok membahas sistem peringatan dini yang akan dibangun dalam menghadapi ancaman banjir,dengan Radio suara Malaka sebagai salah satu media penyampaian informasi.
rapat koordinasi tersebut berhasil menyempurnakan draft koordinasi lintas kabupaten, sehingga pada bulan agustus nanti draft tersebut akan disempurnakan lagi di kabupaten TTU dan dijadikan pegangan bersama semua pihak .












Tidak ada komentar:
Posting Komentar