Sejak
awal tahun 2012 sampai Desember 2013 Plan Indonesia mengimplementasikan proyek
sekolah aman dalam Penguatan
Suara Anak dalam promosi Sekolah Aman
yang di laksanakan 3 Kabupaten yaitu : Rembang dan Grobogan di Jawa Tengah dan
Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur (NTT).
![]() |
| Julius Nakmofa, dari PMPB - NTT bertindak sebagai Fasilitator dalam kegiatan Evaluasi |
Proyek ini melibatkan mitra lokal
selaku pelaksana proyek di masing-masing kabupaten. Untuk implementasi proyek
di Kabupaten Rembang dan Grobogan Plan Indonesia bekerjasama dengan Perkumpulan
KYPA, sedangkan untuk implementasi proyek di Kabupaten Sikka bekerjasama dengan
Yayasan Flores Sejahtera (SANRES). Sebanyak 31 sekolah dasar (10 sekolah di
Rembang-Sikka dan 11 sekolah di Grobogan) yang menjadi pilot implementasi
proyek ini, dengan fokus pelibatan adalah anak-anak kelas 3, 4 dan kelas 5.
Strategi dalam implementasi proyek adalah dengan menggunakan pendekatan
pengurangan risiko bencana yang berpusat pada anak,
Untuk melihat capaian proyek, kelemahan dan perencanaan kedepan, maka telah dilaksanakan evaluasi proyek secara partisipatif yang melibatkan pihak Plan Indonesia, mitra pelaksana . kegiatan evaluasi dilaksanakan di sahid grand hotel surakarta tanggal 14 dan 15 Januari 2015.
Peserta yang terlibat dari yayasan Sanres 2 Orang, Kypa Jogyakarta 3 Orang, Plan indonesia 6 orang. bertindak sebagai Fasilitator,dipercayakan kepada Julius Nakmofa dari PMPB - NTT.
![]() |
| Peserta Evaluasi sedang mempresentasikan hasil diskusi Kelompok |
Evaluasi ini dilaksanakan dengan tujuan, Sebagai media pembelajaran tentang pelaksanaan
proyek sekolah aman bagi para pihak,untuk Mengetahui hasil, kemajuan, kendala,
pembelajaran yang baik positif dan negatif selama proyek serta Mendapatkan masukan dari stakeholder yang
dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk perbaikan kegiatan sekolah aman ke
depan














Tidak ada komentar:
Posting Komentar