Puncak musim hujan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah dimulai.tetntu kedatangan musim penghujan sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat NTT,yang terkenal kering ini.namun dibalik kondisi kekeringan yang menyimpan berbagai persoalan yang harus disikapi,pun musim hujan yang telah mencapi puncaknya,perlu juga disikapi oleh seluruh masyarakat dan pemerintah karena wilayah NTT merupakan daerah rawan bencana.
| dampak buruk bencana bagi masyarakat NTT.(foto PMPB) |
Seminggu terakhir ,hujan
mengguyur sebahagian wilayah NTT. Hal ini sejalah dengan peringatan dini
yangdikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG ) tanggal 21
Januari 2015 untuk mewaspadai cuaca buruk di NTT,seperti dirilis dalam Politikindonesia. Dalam peringatn dini
tersebut,BMKG mengingatkan tentang
kemungkinan terjadinya hujan deras yang disertai angin kencang serta gelombang
tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Cuaca ekstreem ini dipicu oleh terjadi
tekanan rendah di barat laut Australia.
| dampak bencana terhadap ketersediaan pangan masyarakat (foto PMPB) |
Selain masyarakat
waspada,peringatn seperti ini,memungkinkan pemerintah daerah menyiapkan segala
sesuatu menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi dan menimpa
masyarakat kita. Sehingga bila peringatan ini,benar terjadi,tidak ada lagi kata
terlambat atau masih mencari-cari cara dalam menanggulangi bencana tersebut.
Salah satu cara yang bisa
ditempuh oleh para pemangku kepentingandisetiap daerah kabupaten adalah
melakukan rapat koordinasi untuk melihat kembali rencana kontijensi yang telah dibuat oleh
masing- masing kabupaten (bila sudah ada renkon) ,agar semua pihak yang terlibat dalam
perencanaan tersebut bersiaga. Disini peran Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) sangat penting dalam menjalankan salah satu fungsi
koordinasi yang menjadi amanat Undang-Undang 24 Tahun 2007 tentang
penyelenggaraan penanggulangan bencana.
| sungai yang kering dimusim kemarau dan sangat mengancam dimusim hujan (foto PMPB) |
Peringatan dini sudah dikeluarkan
oleh lembaga yang berwewenang. Pertanyaan kritis bagi kita semua, baik
masyarakat,pemerintah dan dunia usaha , siapkah kita menghadapi musim penghujan tahun ini dengan segala konsekwensinya?. Tentu
kita semua tidak menginginkan agar ada manusia di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mati sia-sia ,kehilangan harta benda akibat
bencana yang terjadi secara berulang di
wilayah NTT.
Sudah siapkah kita? Bila telah
mempersiapkan segala sesuatu,kita boleh berujar, “selamat dating musim
penghujan” , kehadiranmu sangat kami
nantikan. Namun bila belum siap,haruskah kita berujar “selamat dating bencana?”












Tidak ada komentar:
Posting Komentar