BENCANA DISEKITAR KITA

MARI KURANGI RISIKO BENCANA SEKARANG JUGA

Minggu, 22 November 2015

15 Sekolah Jadi Target Program Penguatan Sekolah Aman Bencana

KBRN-Kupang, 15 Sekolah / Madrasah  dalam wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang menjadi sasaran program penguatan suara anak melalui promosi Sekolah/Madrasah Aman Bencana tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilaksanakan Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB) NTT bekerjasama dengan Plan Internasional Indonesia.
Direktur PMPB NTT Julius Nakmofa menjelaskan, program sekolah / Madrasah aman bencana bertujuan untuk meningkatkan akses ke lingkungan belajar yang aman bagi anak – anak melalui replikasi dan meningkatkan serta memperluas inisiatif sekolah aman di tingkat Kabupaten dan Provinsi.
“ Ada 3 indikator yang harus di miliki Sekolah / Madrasah untuk menjadi sekolah aman bencana yaitu fasilitas di sekolah, manajemen bencana dan diklat pengurangan resiko bencana kepada para siswa, “ kata Julius  Nakmofa, Jumat,(20/11/2015) di Kupang.

 
Direktur PMPB-NTT sedang memberikan keterangan Pers terkait sekolah aman bencana di Kantor PMPB-NTT,Jumad 21 Nopember 2015
Berkaitan dengan penentuan 15 Sekolah / Madrasah yang menjadi sasaran program, Julius Nakmofa mengaku, penentuannya telah di dahului dengan survey dan pemetaan terhadap Sekolah / Madrasah tersebut, terutama soal acaman bencana di lokasi bersangkutan tempat sekolah / madrasah berada.
“ Jadi 15 sekolah ini berdasarkan, ancaman yang ada. Jadi misalnya ada angin, banjir dan longsor. Sekolah ini hanya sampel. Misalnya salah satu SD di Oebelo yang rawan terkena banjir, “ ujar Julius Nakmofa.
Program Sekolah / Madrasah aman yang akan dilaksanakan selama 3 tahun sampai 2017 mendatang, menurut Direktur PMPB Julius Nakmofa, pada tahun pertama 2015, kegiatan yang dilakukan masih sebatas monitoring terhadap fasilitas sekolah, manajemen bencana dan pendidikan dan pelatihan kebencanaan di 15 sekolah sasaran.
“ Program ini sebelumnya sudah pernah dilaksanakan oleh Plan Internasional di 2 Kabupaten yakni Sikka dan TTS. Sehingga kerjasama ini untuk memperluas ke tingkat Provinsi NTT, “ jelasnya. (Chris Adoe)


Tidak ada komentar:

Aktifitas PMPB NTT