15 Sekolah Jadi Target Program Penguatan
Sekolah Aman Bencana
KBRN-Kupang, 15 Sekolah / Madrasah dalam
wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang menjadi sasaran program penguatan
suara anak melalui promosi Sekolah/Madrasah Aman Bencana tingkat Provinsi Nusa
Tenggara Timur (NTT) yang dilaksanakan Perkumpulan Masyarakat Penanganan
Bencana (PMPB) NTT bekerjasama dengan Plan Internasional Indonesia.
Direktur
PMPB NTT Julius Nakmofa menjelaskan, program sekolah / Madrasah aman bencana
bertujuan untuk meningkatkan akses ke lingkungan belajar yang aman bagi anak –
anak melalui replikasi dan meningkatkan serta memperluas inisiatif sekolah aman
di tingkat Kabupaten dan Provinsi.
“
Ada 3 indikator yang harus di miliki Sekolah / Madrasah untuk menjadi sekolah
aman bencana yaitu fasilitas di sekolah, manajemen bencana dan diklat
pengurangan resiko bencana kepada para siswa, “ kata Julius Nakmofa,
Jumat,(20/11/2015) di Kupang.
![]() |
| Direktur PMPB-NTT sedang memberikan keterangan Pers terkait sekolah aman bencana di Kantor PMPB-NTT,Jumad 21 Nopember 2015 |
Berkaitan
dengan penentuan 15 Sekolah / Madrasah yang menjadi sasaran program, Julius
Nakmofa mengaku, penentuannya telah di dahului dengan survey dan pemetaan
terhadap Sekolah / Madrasah tersebut, terutama soal acaman bencana di lokasi
bersangkutan tempat sekolah / madrasah berada.
“
Jadi 15 sekolah ini berdasarkan, ancaman yang ada. Jadi misalnya ada angin,
banjir dan longsor. Sekolah ini hanya sampel. Misalnya salah satu SD di Oebelo
yang rawan terkena banjir, “ ujar Julius Nakmofa.
Program
Sekolah / Madrasah aman yang akan dilaksanakan selama 3 tahun sampai 2017
mendatang, menurut Direktur PMPB Julius Nakmofa, pada tahun pertama 2015,
kegiatan yang dilakukan masih sebatas monitoring terhadap fasilitas sekolah,
manajemen bencana dan pendidikan dan pelatihan kebencanaan di 15 sekolah
sasaran.
“
Program ini sebelumnya sudah pernah dilaksanakan oleh Plan Internasional di 2
Kabupaten yakni Sikka dan TTS. Sehingga kerjasama ini untuk memperluas ke
tingkat Provinsi NTT, “ jelasnya. (Chris Adoe)













Tidak ada komentar:
Posting Komentar