BENCANA DISEKITAR KITA

MARI KURANGI RISIKO BENCANA SEKARANG JUGA

Senin, 02 November 2015

PENGURANGAN RISIKO BENCANA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MASYARAKAT NTT



( SEBUAH REFLEKSI DI HARI  INTERNASIONAL PRB 2015)
Oleh ; JULIUS NAKMOFA


Selamat  hari Internasional Pengurangan Risiko bencana (PRB)  bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur  (NTT) , terutama masyarakat NTT yang tinggal di daerah rawan bencana. Ucapan selamat juga disampaikan kepada pemerintah Nusa Tenggara Timur sebagai penanggungjawab utama dalam melindungi masyarakat NTT dari bahaya bencana. Ucapan selamat yang sama juga disampaikan kepada teman - teman pelaku Pengurangan Risiko bencana dan Juga Dunia Usaha yang telah turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di bumi Flobamora.

Tahun 2015, penduduk dunia kembali memperingati Hari Internasional Pengurangan Risiko bencana (PRB) tanggal 13 Oktober 2015. Hari Internasional PRB mulai dicanangkan tahun 1989 dengan persetujuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Majelis Umum PBB melihat hari Internasional PRB sebagai salah satu cara untuk mempromosikan budaya global  dalam mengurangi  risiko bencana dimuka bumi ini, termasuk pencegahan bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan. Upaya yang dicanangkan secara global ini dilakukan karena bumi hanya satu, kelangsungan hidup manusia dibumi tergantng seberapa bijak manusia mengelola bumi ini. Pengelolaan yang baik akan mengurangi kerentanan terhadap bencana , tetapi sebaliknya pengelolaan yang keliru akan mendatangkan bahaya bencana bagi kehidupan manusia.
Dalam paradigma baru untuk penanggulangan bencana, disadari bahwa kompleksitas dari strategi penanganan permasalahan bencana memerlukan suatu kerjasama dan dukungan semua pihak dalam penanggulangannya terutama dalam upaya mengembangkan budaya pengurangan risiko bencana, sehingga dapat dilaksanakan secara terarah dan terpadu.

Di Indonesia sendiri , Peringatan Pengurangan Risiko Bencana telah menjadi agenda Nasional yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan peringatan mulai diperingati pertama kali di Indonesia tahun 2011 di jogyakarta, kemudian peringatan yang sama tahun 2012 di kota Jogyakarta, tahun 2013 dilaksanakan di Mataram dan  tahun 2014, lokasi perayaan dipusatkan di kota Bengkulu .

Tahun 2015, pelaksanaan perayaan bulan PRB secara Nasional  akan di laksanakan di kota solo, provinsi Jawa Tengah. Kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Tahun 2015 mengangkat tema Pengurangan Risiko Bencana Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Thema ini relevan dengan kondisi bangsa Indonesia yang rawan bencana, sehingga pembangunan berkelanjutan merupakan jawaban  dari sebuah prinsip untuk memenuhi  kehidupan masyarakat saat ini tanpa mengabaikan kebutuhan hidup generasi mendatang. Selain itu, thema perayaan bulan PRB tahun ini menjawab semangat Nawacita dalam Rencana pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015 – 2019 yaitu “menurunkan indeks risiko bencana pada pusat-pusat pertumbuhan”,
Kalau demikian, Pertanyaan refleksi bagi kita masyarakat NTT dan khususnya pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan , Bagaimana menerjemahkan  tema diatas dalam pelaksanaan program PRB di dua kabupaten tersebut? Atau dengan kata laian, bagaimana menterjemahkan thema diatas dengan program yang sedang dijalankan oleh masyarakat di Desa Oeniko,Desa Leloboko Kabupaten Kupang dan Desa,Pene Utara ,  Desa Noenoni  di Kabupaten Timor Tengah Selatan  yang sedang melaksanakan program “membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana  dan adaptasi perubahan iklim” kerja sama PMPB-NTT dan Kedutaan Besar Jepang?

Dua kabupaten yang disebutkan diatas,  merupakan daerah rawan bencana. Bencana yang sering dialami pemerintah dan masyarakat   berupa banjir, angin kencang, kekeringan/rawan pangan,wabah penyakit dan  longsor. Untuk itu, Upaya mengurangi risiko bencana merupakan sebuah keharusan, mengingat bencana tidak bisa di hilangkan. Sehingga PRB merupakan  upaya pendekatan praktis sistimatis  untuk mengidentifikasi, mengkaji  dan mengurangi risiko bencana , dengan tujuan mengurangi kerentanan sosial ekonomi terhadap bencana  dan menangani bahaya  lingkungan dan  bahaya lain yang menyebabkan kerentanan.

Kalau demikian,  upaya mengurangi risiko bencana  di NTT pada umumnya dan khususnya dua kabupaten wiayah intervensi program , membutuhkan identifikasi dan kajian tentang daerah bahaya, kerentanan, kapasitas dan risiko yang mungkin akan timbul  serta melakukan perencanaan Pengurangan risiko bencana. Kegiatan ini perlu dilakukan mulai dari tingkatan terkecil  secara individu,rumah tangga , dusun, desa bahkan sampai pada tingkat Kabupaten . Kajian dan perencanaan  ini dibutuhkan dalam menjawab kebutuhan intervensi setiap desa yang berbeda dari segi ancaman, kerentanan,kapasitas dan risiko yang mungkin dihadapi,dengan melibatkan semua pihak dalam mengambil peran dalam proses PRB secara sadar dan bertanggung jawab. Bila ini dilaksnakan,  akan menjadi tonggak baru dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di wilayah masing - masing.

Hal yang perlu diperhatikan Untuk mendukung  pembangunan berkelanjutan  di wilayah masing – masing  haruslah mencakup  pertama, tersedia payung hukum/hukum adat untuk melakukan upaya  PRB  dengan memasukkan upaya PRB kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES) sebagai arah kebijakan dalam pelaksanaan program. kedua,  perencanaan PRB   harus  mengakomodir kebutuhan semua sector penghidupan di masyarakat. Dengan memasukkan issue PRB kedalam perencanaan, maka pelaksanaan PRB akan menjadi semakin terarah dan berkelanjutan. ketiga , Proses PRB secara berkelanjutan membutuhkan kelembagaan yang kuat untuk memproses tahapan  pembangunan keempat , tersedia sumber pembiayaan  sesuai kebutuhan. Saat ini, Sumber pembiayaan untuk mendukung PRB tingkat desa, bukan merupakan hambatan lagi,karena dengan lahirnya UU Desa, desa diberi kewenangan untuk mengelola sumber pembiayaan yang disalurkan langsung ke desa. Dana desa akan bermanfaat bila digunakan dalam pembiayaan pemerintahan,pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan dalam perspektif PRB.  dan  kelima ,dengan demikian pembangunan berkelanjutan akan tercapai dengan terciptanya   budaya PRB   dalam   kehidupan masyarakat .

Selamat merayakan hari Pengurangan risiko bencana tahun 2015.  mari bersama melaksanakan pembangunan berkelanjutan  melalui bidang karya kita masing – masing   menuju kehidupan masyarakat  NTT yang tanggap dan tangguh menghadapi bencana . Semoga.


Tidak ada komentar:

Aktifitas PMPB NTT