TIMESINDONESIA, SUMBAWA – Selama tiga tahun sejak
2015 hingga 2017 Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB)
bekerjasama dengan Plan Internasional mengkampanyekan sekolah aman
bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)
Diantaranya sekolah yang menjadikan sasaran PMPB yaitu Madrasah
Alawiyah di Namosain serta dua sekolah yang berada di Oebobo Kota Kupang, masing-masing di wilayah ini sering dilanda banjir ketika musim hujan tiba
“Kami juga akan fokuskan sekolah aman bencana di 15 sekolah di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang
karena di titik-titik ini sering terjadi banjir, kami juga ingin agar
siswa-siswi dapat bersekolah dan belajar dengan aman,” jelas Direktur
PMPB NTT Julius Nakmofa ketika dihubungi Minggu (22/11/215).
Menurutnya, hal ini dilakukan karena di daerah NTT merupakan daerah
rawan bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang. “Jadi
persoalan bencana yang sering terjadi di wilayah NTT ini bisa
diantisipasi sejak dini agar tidak terjadi kerugian maupun korban,”
jelasnya.
Dia menjelaskan, program ini sudah berjalan di dua kabupaten yaitu
Kabupaten Sikka dan Timor Tengah Selatan. "Dan saat ini kami memperluas
daerah kampanye, PMPB akan libatkan lebih banyak sekolah, untuk membuat
sekolah aman bencana yang dijalankan oleh Plan Internasional,” Katanya
Julius berharap, keberadaan sekolah aman bencana membuat anak-anak
tetap bisa bejar dan bersekolah dengan aman meski wilayah yang
ditinggali terkena musibah. "Jika sekolah aman, maka orang tua akan
tenang beraktifitas, ketika terjadi bencana saat jam sekolah,” katanya.(*)
| Pewarta | : | Mohammad Habibudin |
| Editor | : | Wahyu Nurdiyanto |
| Publisher | : | Sholihin Nur |












Tidak ada komentar:
Posting Komentar