MPBI News,
Jakarta, 30/9/2010Wilayah Indonesia berada di daerah rawan bencana.
Karena itu tidak heran bila di Indonesia sering dilanda bencana,
seperti gempa bumi, gunung meletus, longsor, banjir, kekeringan,
tsunami. Banyaknya kejadian bencana itu menjadi bahan bagi media
massa untuk pemberitaan-pemberitaannya. Akan tetapi, hingga saat
dimedia massa masih banyak yang berpegangan pada ujaran “bad news
is good news”. Berita-berita buruk seperti jumlah korban
bencana (tewas, luka-luka), distribusi bantuan, respon tanggap
darurat, penderitaan penyintas dan pengungsi, koordinasi
penanganan bencana menjadi menu sehari-hari di media massa, baik
media cetak maupunmedia elektronik.Melihat pentingnya hal itu maka
Oxfam GB dengan didukung Pemerintah Australia melalui
KemitraanIndonesia-Australia menyelenggarakan “Lokalatih
Pengurangan Risiko Bencana Bagi Jurnalis: MembangunKetahanan
Masyarakat terhadap Bencana di Kawasan Timur Indonesia” pada
tanggal 28 – 30 September 2010di Hotel Cemara, Jakarta. Acara ini
diikuti oleh 15 orang dari media massa antara lain: Radio
Republik Indonesia (RRI) Jayapura, RRI Manado, RRI Palu, RRI
Kupang, RRI Mataram, Cendrawasih Post, CahayaPapua, Radio Arauna
Papua Barat, Manado Post, Radar Sulteng, Pos Kupang, Flores Pos,
Fajar Makassar dan NTB Post. Sebagai fasilitator lokalatih
antara lain Djoni Ferdiwijaya, Yulius Nakmofa (PerkumpulanMasyarakat
Penanggulangan Bencana - PMPB), Hening Parlan (Humanitarian Forum
Indonesia - HFI), AhmadArif (Kompas), Antonius Ratu Gah (Radio
Netherlands), Lilik Trimaya (Oxfam) dan Didik Mulyono
(Oxfam).Koordinator Pengurangan Risiko dan Adaptasi Oxfam GB, Patris
Pusfomeny mengatakan, “Lokalatih ini bertujuan untuk menjalin
kemitraan dengan para pekerja pers, khususnya yang bekerja di sekitar
wilayah proyek “Membangun Ketahanan di Kawasan Timur
Indonesia” (Building Resilience in Eastern Indonesia) di
KawasanTimur Indonesia. Juga untuk merekatkan hubungan antar
lembaga-lembaga kemanusiaan dan media massadalam isu pengurangan
risiko bencana (PRB). Bagi jurnalis itu lokalatih ini untuk
memberikan pengetahuan
terkait
kerangka PRB yang komprehensif serta penyadaran kepada para
jurnalis akan pentingnya mengaitkanPRB dalam peliputan kejadian
bencana.”Peran jurnalis atau wartawan sangat penting untuk
diseminasi informasi kebencanaan kepada publik. Apa-apayang
diberitakan oleh media massa seringkali juga dapat mempengaruhi
pengambilan keputusan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga
kemanusiaan/kebencanaan. Dalam lokalatih ini disampaikan
materi-materiagar para jurnalis mempunyai pengetahuan dan wawasan
mengenai kebijakan penanggulangan bencana (PB),kelembagaan PB,
anggaran, PRB, Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas
(PRBBK), standar dan kodeetik serta hal-hal terkait lainnya. Dengan
demikian para jurnalis dapat memberitakan “hal-hal baik dalam
isukebencanaan” atau “good news is good news” dan tidak hanya
berupa berita yang bersifat “bad news is goodnews”.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar