BENCANA DISEKITAR KITA

MARI KURANGI RISIKO BENCANA SEKARANG JUGA

Selasa, 12 Juni 2012

Oxfam Adakan Lokalatih PRB Bagi Jurnalis

MPBI News, Jakarta, 30/9/2010Wilayah Indonesia berada di daerah rawan bencana. Karena itu tidak heran bila di Indonesia sering dilanda bencana, seperti gempa bumi, gunung meletus, longsor, banjir, kekeringan, tsunami. Banyaknya kejadian bencana itu menjadi bahan bagi media massa untuk pemberitaan-pemberitaannya. Akan tetapi, hingga saat dimedia massa masih banyak yang berpegangan pada ujaran “bad news is good news”. Berita-berita buruk seperti jumlah korban bencana (tewas, luka-luka), distribusi bantuan, respon tanggap darurat, penderitaan penyintas dan pengungsi, koordinasi penanganan bencana menjadi menu sehari-hari di media massa, baik media cetak maupunmedia elektronik.Melihat pentingnya hal itu maka Oxfam GB dengan didukung Pemerintah Australia melalui KemitraanIndonesia-Australia menyelenggarakan “Lokalatih Pengurangan Risiko Bencana Bagi Jurnalis: MembangunKetahanan Masyarakat terhadap Bencana di Kawasan Timur Indonesia” pada tanggal 28 – 30 September 2010di Hotel Cemara, Jakarta. Acara ini diikuti oleh 15 orang dari media massa antara lain: Radio Republik Indonesia (RRI) Jayapura, RRI Manado, RRI Palu, RRI Kupang, RRI Mataram, Cendrawasih Post, CahayaPapua, Radio Arauna Papua Barat, Manado Post, Radar Sulteng, Pos Kupang, Flores Pos, Fajar Makassar dan NTB Post. Sebagai fasilitator lokalatih antara lain Djoni Ferdiwijaya, Yulius Nakmofa (PerkumpulanMasyarakat Penanggulangan Bencana - PMPB), Hening Parlan (Humanitarian Forum Indonesia - HFI), AhmadArif (Kompas), Antonius Ratu Gah (Radio Netherlands), Lilik Trimaya (Oxfam) dan Didik Mulyono (Oxfam).Koordinator Pengurangan Risiko dan Adaptasi Oxfam GB, Patris Pusfomeny mengatakan, “Lokalatih ini bertujuan untuk menjalin kemitraan dengan para pekerja pers, khususnya yang bekerja di sekitar wilayah proyek “Membangun Ketahanan di Kawasan Timur Indonesia” (Building Resilience in Eastern Indonesia) di KawasanTimur Indonesia. Juga untuk merekatkan hubungan antar lembaga-lembaga kemanusiaan dan media massadalam isu pengurangan risiko bencana (PRB). Bagi jurnalis itu lokalatih ini untuk memberikan pengetahuan

terkait kerangka PRB yang komprehensif serta penyadaran kepada para jurnalis akan pentingnya mengaitkanPRB dalam peliputan kejadian bencana.”Peran jurnalis atau wartawan sangat penting untuk diseminasi informasi kebencanaan kepada publik. Apa-apayang diberitakan oleh media massa seringkali juga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga kemanusiaan/kebencanaan. Dalam lokalatih ini disampaikan materi-materiagar para jurnalis mempunyai pengetahuan dan wawasan mengenai kebijakan penanggulangan bencana (PB),kelembagaan PB, anggaran, PRB, Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK), standar dan kodeetik serta hal-hal terkait lainnya. Dengan demikian para jurnalis dapat memberitakan “hal-hal baik dalam isukebencanaan” atau “good news is good news” dan tidak hanya berupa berita yang bersifat “bad news is goodnews”.

Tidak ada komentar:

Aktifitas PMPB NTT