03 May 2010 13:10
Bertempat di Balairung Universitas, Jumat (30/4) dilakukan
peresmian Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Kristen Satya Wacana
(UKSW) oleh Rektor UKSW Prof. Pdt. John A. Titaley, Th.D. Bersamaan
dengan hal tersebut juga diselenggarakan Seminar Nasional Penanganan
Bencana Alam: Antara Teknologi dan Kearifan Masyarakat Lokal.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Dr. Syamsul Maarif, M.Sc berkesempatan menjadi keynote speeker dalam seminar tersebut. Hadir sebagai pembicara Yulius Nakmofa Ketua Perkumpulan Peduli Bencana NTT dan Ali Imam dari Relawan Emergency and Disaster dari Universitas Brawijaya.
John A. Titaley, Th.D dalam sambutannya berharap dengan kehadiran PSB, UKSW dapat meningkatkan perannya baik melalui penelitian, kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan MoU yang ditandatangani UKSW dengan BNPB RI; menyangkut semua kegiatan yang terkait penanggulangan bencana seperti memfasilitasi penelitian, pendidikan dan pelatihan dalam upaya peningkatan kapasitas penanggulangan bencana.
Dr. David Samiyono Ketua PSB UKSW mengungkapkan bahwa sebagai langkah awal, dalam waktu dekat akan diselenggarakan training for trainer dengan melibatkan mahasiswa dari semua programstudi.
“Pelatihan ini diselenggarakan agar mahasiswa tanggap bencana, sehingga ketika sewaktu-waktu terjadi bencana, mereka sigap dengan keahliaan masing-masing”, ungkap David Samiyono.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsul Maarif mengungkapkan bahwa melalui UKSW yang memiliki banyak jaringan dengan berbagai Perguruan Tinggi, Pemda dan Masyarakat di wilayah Indonesia bagian Timur, diharapkan PSB UKSW dapat berperan sebagai agen Pengurangan Risiko Bencana khususnya dalam pengembangan kapital manusia dan kapital sosial, serta dapat melakukan pembinaan masyarakat dan perguruan tinggi di wilayah Indonesia bagian timur. Berita terkait dapat dibaca di Harian Suara Merdeka.(upk_bphl/ft:upk).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Dr. Syamsul Maarif, M.Sc berkesempatan menjadi keynote speeker dalam seminar tersebut. Hadir sebagai pembicara Yulius Nakmofa Ketua Perkumpulan Peduli Bencana NTT dan Ali Imam dari Relawan Emergency and Disaster dari Universitas Brawijaya.
John A. Titaley, Th.D dalam sambutannya berharap dengan kehadiran PSB, UKSW dapat meningkatkan perannya baik melalui penelitian, kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan MoU yang ditandatangani UKSW dengan BNPB RI; menyangkut semua kegiatan yang terkait penanggulangan bencana seperti memfasilitasi penelitian, pendidikan dan pelatihan dalam upaya peningkatan kapasitas penanggulangan bencana.
Dr. David Samiyono Ketua PSB UKSW mengungkapkan bahwa sebagai langkah awal, dalam waktu dekat akan diselenggarakan training for trainer dengan melibatkan mahasiswa dari semua programstudi.
“Pelatihan ini diselenggarakan agar mahasiswa tanggap bencana, sehingga ketika sewaktu-waktu terjadi bencana, mereka sigap dengan keahliaan masing-masing”, ungkap David Samiyono.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsul Maarif mengungkapkan bahwa melalui UKSW yang memiliki banyak jaringan dengan berbagai Perguruan Tinggi, Pemda dan Masyarakat di wilayah Indonesia bagian Timur, diharapkan PSB UKSW dapat berperan sebagai agen Pengurangan Risiko Bencana khususnya dalam pengembangan kapital manusia dan kapital sosial, serta dapat melakukan pembinaan masyarakat dan perguruan tinggi di wilayah Indonesia bagian timur. Berita terkait dapat dibaca di Harian Suara Merdeka.(upk_bphl/ft:upk).













Tidak ada komentar:
Posting Komentar