Sirih
Pinang : Nilai budaya penopang ekonomi dan nilai ekonomi penopang
budaya dalam pengurangan risiko bencana
Oleh
: Julius Nakmofa
Sirih
pinang dalam budaya ketimuran pada umumnya dan Nusa Tenggara Timur
Khususnya memiliki nilai sosial yang tinggi. dikatakan memiliki
nilai sosial yang tinggi, karena Sirih pinang berfungsi sebagai
penghormatan dan penghargaan kepada tamu yang datang berkunjung ke
rumah .atau sirih pinang biasa dipakai sebagai “snack: pembuka
dalam setiap pertemuan atau dipakai sebagai simbol atau pelengkap
ritual adat . intinya bahwa sirih pinang merupakan alat perekat
persaudaraan dalam kehidupan masyarakat yang akan terus dicari untuk
melengkapi kehidupan masyarakat. karena kalau tidak memiliki sirih
pinang yang dibawa kemana-mana atau disediakan dirumah maka rasanya
kehidupan ini belum lengkap,atau dapat dikatakan tidak
berbudaya/tidak menghargai adat istiadat diwilayah tersebut. Namun
demikian ,sirih pinang belum dipandang sebagai sebuah komoditas
ekonomi dan hanya dipandang sebagai pelengkap kehidupan sosial saja.
Tulisan ini merupakan salah satu perenungan dari pendampingan
masyarakat dan hasil kunjungan lapangan yang saya jalani lebih
kurang 21 Tahun .,
Budidaya
sirih pinang belum dilakukan dengan serius ,terutama ditempat-tempat
yang memiliki sumber air yang banyak. Desa Puna
,dusun konbaki, misalnya
bapak
lambert
memanen sirih sebulan Rp. 750.000 bersih setelah dipotong untuk
konsumsi sendiri, dengan hanya menanam 10 pohon sirih dihalaman
rumahnya. Sirih ini di jual pada penadah yang datang membeli langsung
dirumahnya tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk dibawa ke
pasar. Kalau
pendapatan bersih ini di totalkan ,maka dalam setahun pak lambert
menghasilkan Rp. 9.000.000 . “ dari penghasilan sirih saya sudah
bisa membeli sebuah sepeda motor “ akunya bangga
Selain
kunjungan yang saya lakukan, ada juga Study yang dilakukan oleh PMPB
NTT dalam program FLMS yang salah satu item pertanyaan tentang
pengeluaran rumah tangga. untuk sirih pinang , setiap orang dapat
menghabiskan Rp. 2.000 setiap hari untuk membeli sirih pinang . Jika
pengeluaran ini di totalkan dalam setahun ,maka 2.000 x 365 hari =
730.000 . jika dalam rumah tangga tersebut terdapat 3 orang yang
mengkonsumsi sirih pinang, maka dalam setahun ada sekitar 2.190.000
yang di keluarkan untuk membeli sirih pinang. Angka ini bila di
hitung berdasarkan kondisi normal dan tidak ada acara – acara
adat yang membutuhkan pembelian lebih banyak .
Masalah
budidaya sirih pinang belum dirasakan sebagai penguatan ekonomi
keluarga utama.padahal pada musim kemarau, harga sirih mencapai Rp.
1.000 perbatang dan pinang Rp. 10.000 per kumpul. walaupun harganya
mahal,masyarakat akan membeli .apalagi pada daerah-daerah yang kering
dengan sumber air tanah terbatas, ritual - ritual adat yang menuntut
tersedianya sirih pinang akan semakin memacu masyarakat untuk
membeli dengan harga yang tinggi.tidak heran kalau pada musim
tertentu sirih dan pinang harus didatangkan dari luar timor untuk
mencukupi permintaan masyarakat. tuntutan pasar seperti ini
,mengharuskan adanya individu atau organisasi yang berperan untuk
mengkampanyekan penanaman 1000 pohon untuk penghijauan , dengan
1000 tanaman sirih sebagai pelengkap. dengan demikian bukan saja
banyaknya pohon yang tumbuh tetapi ada manfaat ganda yang didapat
yaitu pohon yang ditanam akan memiliki nilai jual jangka panjang
tetapi ada tanaman sirih yang menghasilkan dalam jangka pendek
Budidaya
sirih pinang perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi
wilayah,teknik penanaman,pemeliharaan dan panen. dengan demikian
nilai ekonomis sirih pinang akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
terutama wilayah yang memiliki sumber air sepanjang tahun) karena
disetiap desa di pulau Timor,99 % masyarakat mengkonsumsi sirih
pinang setiap hari .ini berarti desa - desa yang memiliki sumber daya
air dapat mengembangkan komoditas sirih pinang sebagai komoditas
andalan dalam menopang kehidupan rumah tangga. sehingga dari sirih
pinang yang bernilai budaya sekaligus bernilai ekonomis atau sirih
pinang bernilai ekonomis yang mendukung pelestarian buadaya.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar