BENCANA DISEKITAR KITA

MARI KURANGI RISIKO BENCANA SEKARANG JUGA

Selasa, 05 Juni 2012

sirih pinang



Sirih Pinang : Nilai budaya penopang ekonomi dan nilai ekonomi penopang budaya dalam pengurangan risiko bencana

Oleh : Julius Nakmofa

Sirih pinang dalam budaya ketimuran pada umumnya dan Nusa Tenggara Timur Khususnya memiliki nilai sosial yang tinggi. dikatakan memiliki nilai sosial yang tinggi, karena Sirih pinang berfungsi sebagai penghormatan dan penghargaan kepada tamu yang datang berkunjung ke rumah .atau sirih pinang biasa dipakai sebagai “snack: pembuka dalam setiap pertemuan atau dipakai sebagai simbol atau pelengkap ritual adat . intinya bahwa sirih pinang merupakan alat perekat persaudaraan dalam kehidupan masyarakat yang akan terus dicari untuk melengkapi kehidupan masyarakat. karena kalau tidak memiliki sirih pinang yang dibawa kemana-mana atau disediakan dirumah maka rasanya kehidupan ini belum lengkap,atau dapat dikatakan tidak berbudaya/tidak menghargai adat istiadat diwilayah tersebut. Namun demikian ,sirih pinang belum dipandang sebagai sebuah komoditas ekonomi dan hanya dipandang sebagai pelengkap kehidupan sosial saja. Tulisan ini merupakan salah satu perenungan dari pendampingan masyarakat dan hasil kunjungan lapangan yang saya jalani lebih kurang 21 Tahun .,

Budidaya sirih pinang belum dilakukan dengan serius ,terutama ditempat-tempat yang memiliki sumber air yang banyak. Desa Puna ,dusun konbaki, misalnya bapak lambert memanen sirih sebulan Rp. 750.000 bersih setelah dipotong untuk konsumsi sendiri, dengan hanya menanam 10 pohon sirih dihalaman rumahnya. Sirih ini di jual pada penadah yang datang membeli langsung dirumahnya tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk dibawa ke pasar. Kalau pendapatan bersih ini di totalkan ,maka dalam setahun pak lambert menghasilkan Rp. 9.000.000 . “ dari penghasilan sirih saya sudah bisa membeli sebuah sepeda motor “ akunya bangga



Selain kunjungan yang saya lakukan, ada juga Study yang dilakukan oleh PMPB NTT dalam program FLMS yang salah satu item pertanyaan tentang pengeluaran rumah tangga. untuk sirih pinang , setiap orang dapat menghabiskan Rp. 2.000 setiap hari untuk membeli sirih pinang . Jika pengeluaran ini di totalkan dalam setahun ,maka 2.000 x 365 hari = 730.000 . jika dalam rumah tangga tersebut terdapat 3 orang yang mengkonsumsi sirih pinang, maka dalam setahun ada sekitar 2.190.000 yang di keluarkan untuk membeli sirih pinang. Angka ini bila di hitung berdasarkan kondisi normal dan tidak ada acara – acara adat yang membutuhkan pembelian lebih banyak .
Masalah budidaya sirih pinang belum dirasakan sebagai penguatan ekonomi keluarga utama.padahal pada musim kemarau, harga sirih mencapai Rp. 1.000 perbatang dan pinang Rp. 10.000 per kumpul. walaupun harganya mahal,masyarakat akan membeli .apalagi pada daerah-daerah yang kering dengan sumber air tanah terbatas, ritual - ritual adat yang menuntut tersedianya sirih pinang akan semakin memacu masyarakat untuk membeli dengan harga yang tinggi.tidak heran kalau pada musim tertentu sirih dan pinang harus didatangkan dari luar timor untuk mencukupi permintaan masyarakat. tuntutan pasar seperti ini ,mengharuskan adanya individu atau organisasi yang berperan untuk mengkampanyekan penanaman 1000 pohon untuk penghijauan , dengan 1000 tanaman sirih sebagai pelengkap. dengan demikian bukan saja banyaknya pohon yang tumbuh tetapi ada manfaat ganda yang didapat yaitu pohon yang ditanam akan memiliki nilai jual jangka panjang tetapi ada tanaman sirih yang menghasilkan dalam jangka pendek

Budidaya sirih pinang perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi wilayah,teknik penanaman,pemeliharaan dan panen. dengan demikian nilai ekonomis sirih pinang akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama wilayah yang memiliki sumber air sepanjang tahun) karena disetiap desa di pulau Timor,99 % masyarakat mengkonsumsi sirih pinang setiap hari .ini berarti desa - desa yang memiliki sumber daya air dapat mengembangkan komoditas sirih pinang sebagai komoditas andalan dalam menopang kehidupan rumah tangga. sehingga dari sirih pinang yang bernilai budaya sekaligus bernilai ekonomis atau sirih pinang bernilai ekonomis yang mendukung pelestarian buadaya.










































































Tidak ada komentar:

Aktifitas PMPB NTT