BENCANA DISEKITAR KITA

MARI KURANGI RISIKO BENCANA SEKARANG JUGA

Rabu, 27 Maret 2013

laporan situasi banjir Desa Oeniko 2004


LAPORAN SITUASI

KORBAN BENCANA ALAM  DESA OENIKO

KECAMATAN AMABI OEFETO TIMUR
KABUPATEN KUPANG TAHUN 2004


I.                  Tentang kejadian


Pada hari minggu tanggal 21 Maret 2004, Banjir dan tanah longsor melanda  wilayah RT. 6 dan 7 / RW> 3  Desa Oeniko, Kecamatan Amabi Oefeto Timur. Wilayah kejadian yang letaknya di dataran rendah  menyebabkan 60 Ha  wilayah terendam banjir.
1.     Jenis Bencana.
·        Banjir
·        Tanah Longsor
2.     waktu kejadian.
·        Hari Minggu, 21 Maret 2004
·        Pukul 13.00 Wita
3.     Lokasi Kejadian.
·        Desa Oenilo. RT6 dan7 / RW 3, Dusun III.
·        Letak wilayah : Dataran Rendah
·        Luas wilayah  yang terkena bencana banjir 60 Ha
·        Lokasi dengan dampak terparah kurang lebih sekitar 50 Ha
·        Batas wilayah : 
-         Timur : Berbatasan dengan Desa Oemumutono
-         Barat  : Berbatasan dengan Desa Kairane
-         Utara  : Berbatasan dengan Kecamatan Fatuleu
-         Selatan : Berbatasan dengan Desa Pathan
·        Jarak dari Ibukota Kecamatan ke Lokasi kejadian  15 KM
·        Jarak dari Ibukota Kabupaten ke Lokasi kejadian  60  KM
4.     Kronologis singkat.
·        Banjir yang melanda pemukiman penduduk akibat dari tanah longsor seluas 175.000 meter (panjang tanah longsor 500 x 350 m) yang menutupi saluran sungai sehingga aliran sungai berubah arah menuju ke pemukiman penduduk.
·        Sumber Mata Air yang melebihi dari kebiasaan tiap tahun sehingga terjadinya longsor

II. Tentang Korban Manusia.
·        Jumlah penduduk yang terkena bencana  sebanyak 239 orang (55 KK)
             yang terdiri dari :
Ø Laki – Laki dewasa 68 orang
Ø Perempuan dewasa 65 orang
Ø Anak – anak (6 – 16 tahun) 72 orang
Ø Balita (0 – 5 tahun) 34 orang

Mata pencarian utama  dari  penduduk adalah petani

·        Korban manusia tidak ada tetapi hanya 1 orang ibu yang sementara hamil mengalami keguguran akibat dari bencana tersebut.
·        3 orang luka ringan saat terjadi bencana disebabkan karena kepanikan dan lari ketakutan saat terjadi bencana.
·        Jumlah yang mengungsi  yang sempat di tampung dalam camp pengungsian adalah 184 orang di 4 lokasi penampungan sedangkan yang lainnya  dirumah keluarga yang jauh dari lokasi bencana.

III. Tentang kerusakan yang terjadi.
·        Terhadap sarana
         -Jalan umum sepanjang 1,5 KM mengalami kerusakan .
·        Terhadap Harta masyarakat
             - Tanaman Jagung, Ubi, Labu, kacang – kacangan rusak seluas 50 Ha
             - Ternak yang hilang saat terjadi banjir :
              -  Sapi 20 ekor
              -  Babi 45 ekor
              -  Kambing 4 ekor
              -  Ayam 166 ekor
              -  Anjing 12 ekor

IV. Dampak Bencana (per sector ).
1. Kesehatan
a.     Petugas  ( bidan desa ada akan tetapi tidak brtugas selam pasca  bencana).
b.     Ketersediaan obat – obatan tidak ada.
c.      Jenis penyakit yang sedang menyerang selama terjadi bencana tersebut adalah :
-                Malaria ( sebanyak 158 orang )
-    Cacar air ( 165 orang )
-    Alergi /gatal – gatal (190 orang )
-    Batuk – batuk dan kepala sakit

d.     Belum pernah ada Tim  kesehatan yang turun di lokasi bencana.untuk menanggulangi penyakit.
  2. Air dan Sanitasi.
a.     Sumber air yang rusak adalah mata air minum yang sering dipakai tertimbun oleh tanah longsor.
b.     Sistim penyediaan air yang ada adalah perpipaan dan bak penampung yang sementara bak penampung rusak dan sebagian pipa hilang akibat banjir.
c.      WC milik masyarakat yang  masih darurat  hancur akibat banjir.
d.     Ntuk memperoleh air pasca bencana adalah genangan air hujan di kali kecil yang ada di sekitar lokasi bencana.
e.      Sumber air yang digunakan adalah :
                                         - Air hujan yang diambil dari rumah yang beratap seng.
                  - Mengambil dari rembesan air kali dari gundukan        
                                    tanah longsor.
3.     Pengungsian.
a.     Terjadinya pengungsian yang ditampung dalam 4 lokasi penampungan. Sedankan yang lainnya  mengungsi tinggal bersama keluarga di tempat yang jauh dari okasi bencana.
b.     Yang menjadi tempat pengngsian/penampungan yaitu : rumah sekolah, Kantor desa, dan didalam hutan yang dibuat  tenda darurat.
c.      Jumlah jiwa yang mengungsi adalah 239 orang.
                               -  Laki – laki 68 orang
                                           -  Perempuan dewasa 65 orang
                                           -  Anak – anak ( 6 – 16 tahun ) 72 orang
                                           -  Balita 34 orang     
                                    -  Ibu hamil 3 orang
                                    -  Ibu menyusui 6 orang

4.     Pangan dan Nutrisi.
a.     Ketersediaan makanan untuk setiap KK tidak ada  dan yang sementara dikonsumsi hanya menjual ternak yang masih hidup untuk kebutuhan sehari – hari.
b.     Sumber pangan masyarakat adalah  Jagung akan tetapi Jagung tidak di tanam pada bulan  Nopember/Desember dan terjadi panas pada bulan januari yang mengakibatkan sebagian besar Jagung mati dan terjadi Hjan badai pada bulan Pebruari/Maret sehingga Jagung hancur sebelum dipanen.
c.      Tanaman Jagung di lokasi banjir hancur tertimpa banjir.
d.     Kondisi gizi terutama bagi ibu hamil dan menyusui, balita dan bayi sangat memprihatinkan. (konsumsi apa yang bisa dimakan untuk bertahan hidup).
e.      Kebutuhan pangan untuk satu bulan kedepan tidak menentu.

V. Informasi tentang bantuan yang diberikan pihak lain.

a.     Upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi bencana yang dialami :
1.     Masyarakat di ungsikan pada lokasi dan sebagian di ungsikan tinggal bersama keluarga yang tinggal jauh dari lokasi bencana.
2.     Melaporkan kejadian bencana oleh Kades Oeniko kepada Camat Amabi Oefeto  Timur untuk melihat kondisi masyarakat yang terkena  bancana.
3.     Camat Amabi Oefeto turun di lokasi  bencana dan meminta masyarakat yang tinggal di hutan untuk tetap tinggal  di hutan  sambil menunggu terpal sebanyak 35 lembar yang akan diberikan oleh Camat dan 9 bahan pokok lainnya yang mana sampai dengan saat ini bantuan tersebut belum pernah turun di masyarakat
4.     Tanggal 29 Maret 2004 Tim dari cabang Dinas Kehutanan Amabi Oefeto Timur  turun dan membentak – bentak masyarakat untuk pindah tempat lain karena lokasi itu milik Kehutanan dan juga berada di jalur hijau, akan tetapi masyarakat tidak setuju dengan perintah dari Petugas Dinas Kehutanan dengan alasan :
4 Kampung Sonhilo dari awal tempat kebunnya nenek moyang, sejak abad ke 17 dan di huni memnetap sebagai kampung dari tahun 30 oleh nenek moyang kami jadi kami tidak mau pindah ke tempat lain.
4 Tertutupnya aliran sungai sehinggga sungai berpindah arah dan masuk kepemukiman penduduk, dan selama ini tidak pernah terjadi banjir walaupun hujan badai.

5.     Tanggal 2 April 2004, Wakil Bupati Kupang turun di lokasi bencana untuk      melihat langsung lokasi bencana, dan meminta masyarakat untuk menunggu tim yang akan turun unutk mengambil data karena ada sementara keluar.

Tidak munculnya bantuan terpal sesuai dengan janji Camat maka Kepala desa meminta masyarakat agarkembali ke rumahnya masing – masing yang walaupun dalam ancaman bencana susula.

Sampai dengan saat ini belum pernah ada bantuan dari Gereja, LSM, atau phak manapun unutk meringanlan  beban masyarakat yang tertimpa bencana.
VI. Rekomendasi.

v Yang menjadi  kebutuhan utama masyarakat korban bencana adalah :
1.     Sembako
2.     Obat – obatan
3.     Mengatasi ancaman banjir
4.     Membantu dengan bahan – bahan untuk perbaiki sumber mata air yang rusak.

v Yang sangat mendesak dan yang menjadi harapan  mayarakat adalah :
“ Mengatasi ancaman  banjir susulan dengan meminta jasa alat yang bisa menggusur gundulan tanah yang menutupi aliran sungai sepanjang 350 meter, sehingga kembali berfungsi seperti semula.


v Alasan – alasan  mengharapkan jas alat gusur adalah :
1.     Untuk menyelamatkan  235 iwa dari ancaman banjir.
2.     Untuk menyelamatkan rumah – rumah peduduk yang berjumlah  55  yang terdiri dari ;
-         17 buah rumah semi permanen
-         38 buah rumah darurat
3.     Untuk menyelamatkan  1 buah gedung Gereja yang berukuran      24 x 9 meter (permanen). Dan  3 buah rumah semi permanen yang terdiri dari :  Kantor Desa, Rumah Pelayan ( Pendeta ), Kantor Kelompok NTAADP dan Rumah Sekolah SD Kecil Sonhilo.
4.     Untuk menyelamatkan tanaman masyarakat berupa :
-         Kelapa sebanyak 1446 pohon
-         Pisang sebanyak 1236 pohon
-         Jambu sebanyak 995   pohon
-         Kemiri sebanyak 138 pohon
-         Jati 907 pohon
-         Gamelin
-         Mahoni 164 pohon
5       Ternak milik masyarakat yang terancam, yang terdiri dari :
-         Sapi 87 ekor
-         Babbi 141 ekor
-         Ayam 188 ekor
-         Anjing 139 ekor
-         Kambing 24 ekor


6.     Menyelamatkan tanaman yang tidak dapat di hitung berupa Jara, Ubi kayu  dan lain – lain.

Tidak ada komentar:

Aktifitas PMPB NTT