LAPORAN SITUASI
KORBAN
BENCANA ALAM DESA OENIKO
KECAMATAN AMABI OEFETO TIMUR
KABUPATEN KUPANG TAHUN 2004
I.
Tentang kejadian
Pada hari minggu tanggal 21 Maret 2004,
Banjir dan tanah longsor melanda wilayah
RT. 6 dan 7 / RW> 3 Desa Oeniko,
Kecamatan Amabi Oefeto Timur. Wilayah kejadian yang letaknya di dataran
rendah menyebabkan 60 Ha wilayah terendam banjir.
1.
Jenis Bencana.
·
Banjir
·
Tanah Longsor
2.
waktu kejadian.
·
Hari Minggu, 21 Maret 2004
·
Pukul 13.00 Wita
3.
Lokasi Kejadian.
·
Desa Oenilo. RT6 dan7 / RW 3, Dusun III.
·
Letak wilayah : Dataran Rendah
·
Luas wilayah
yang terkena bencana banjir 60 Ha
·
Lokasi dengan dampak terparah kurang lebih sekitar
50 Ha
·
Batas wilayah :
-
Timur : Berbatasan dengan Desa Oemumutono
-
Barat :
Berbatasan dengan Desa Kairane
-
Utara : Berbatasan
dengan Kecamatan Fatuleu
-
Selatan : Berbatasan dengan Desa Pathan
·
Jarak dari Ibukota Kecamatan ke Lokasi kejadian 15 KM
·
Jarak dari Ibukota Kabupaten ke Lokasi kejadian 60 KM
4.
Kronologis singkat.
·
Banjir yang melanda pemukiman penduduk akibat dari
tanah longsor seluas 175.000 meter (panjang tanah longsor 500 x 350 m) yang
menutupi saluran sungai sehingga aliran sungai berubah arah menuju ke pemukiman
penduduk.
·
Sumber Mata Air yang melebihi dari kebiasaan tiap
tahun sehingga terjadinya longsor
II. Tentang Korban Manusia.
·
Jumlah penduduk yang terkena bencana sebanyak 239 orang (55 KK)
yang terdiri dari :
Ø Laki – Laki
dewasa 68 orang
Ø Perempuan dewasa
65 orang
Ø Anak – anak (6 –
16 tahun) 72 orang
Ø Balita (0 – 5
tahun) 34 orang
Mata pencarian
utama dari penduduk adalah petani
·
Korban manusia tidak ada tetapi hanya 1 orang ibu
yang sementara hamil mengalami keguguran akibat dari bencana tersebut.
·
3 orang luka ringan saat terjadi bencana disebabkan
karena kepanikan dan lari ketakutan saat terjadi bencana.
·
Jumlah yang mengungsi yang sempat di tampung dalam camp
pengungsian adalah 184 orang di 4 lokasi penampungan sedangkan yang
lainnya dirumah keluarga yang jauh dari
lokasi bencana.
III. Tentang kerusakan yang
terjadi.
·
Terhadap sarana
-Jalan umum sepanjang 1,5 KM mengalami
kerusakan .
·
Terhadap Harta masyarakat
- Tanaman Jagung, Ubi, Labu,
kacang – kacangan rusak seluas 50 Ha
- Ternak yang hilang saat terjadi
banjir :
-
Sapi 20 ekor
-
Babi 45 ekor
-
Kambing 4 ekor
-
Ayam 166 ekor
-
Anjing 12 ekor
IV. Dampak Bencana (per
sector ).
1. Kesehatan
a.
Petugas (
bidan desa ada akan tetapi tidak brtugas selam pasca bencana).
b.
Ketersediaan obat – obatan tidak ada.
c.
Jenis penyakit yang sedang menyerang selama terjadi
bencana tersebut adalah :
-
Malaria (
sebanyak 158 orang )
-
Cacar air (
165 orang )
-
Alergi /gatal
– gatal (190 orang )
-
Batuk – batuk
dan kepala sakit
d.
Belum pernah ada Tim
kesehatan yang turun di lokasi bencana.untuk menanggulangi penyakit.
2. Air dan Sanitasi.
a.
Sumber air yang rusak adalah mata air minum yang
sering dipakai tertimbun oleh tanah longsor.
b.
Sistim penyediaan air yang ada adalah perpipaan dan
bak penampung yang sementara bak penampung rusak dan sebagian pipa hilang
akibat banjir.
c.
WC milik masyarakat yang masih darurat
hancur akibat banjir.
d.
Ntuk memperoleh air pasca bencana adalah genangan
air hujan di kali kecil yang ada di sekitar lokasi bencana.
e.
Sumber air yang digunakan adalah :
- Air hujan yang diambil dari rumah yang beratap seng.
- Mengambil
dari rembesan air kali dari gundukan
tanah
longsor.
3.
Pengungsian.
a.
Terjadinya pengungsian yang ditampung dalam 4 lokasi
penampungan. Sedankan yang lainnya
mengungsi tinggal bersama keluarga di tempat yang jauh dari okasi
bencana.
b.
Yang menjadi tempat pengngsian/penampungan yaitu :
rumah sekolah, Kantor desa, dan didalam hutan yang dibuat tenda darurat.
c.
Jumlah jiwa yang mengungsi adalah 239 orang.
- Laki – laki 68 orang
- Perempuan dewasa 65 orang
- Anak – anak ( 6 – 16 tahun ) 72
orang
- Balita 34 orang
-
Ibu hamil 3 orang
-
Ibu menyusui 6 orang
4.
Pangan dan Nutrisi.
a.
Ketersediaan makanan untuk setiap KK tidak ada dan yang sementara dikonsumsi hanya menjual
ternak yang masih hidup untuk kebutuhan sehari – hari.
b.
Sumber pangan masyarakat adalah Jagung akan tetapi Jagung tidak di tanam pada
bulan Nopember/Desember dan terjadi
panas pada bulan januari yang mengakibatkan sebagian besar Jagung mati dan
terjadi Hjan badai pada bulan Pebruari/Maret sehingga Jagung hancur sebelum
dipanen.
c.
Tanaman Jagung di lokasi banjir hancur tertimpa
banjir.
d.
Kondisi gizi terutama bagi ibu hamil dan menyusui,
balita dan bayi sangat memprihatinkan. (konsumsi apa yang bisa dimakan untuk
bertahan hidup).
e.
Kebutuhan pangan untuk satu bulan kedepan tidak
menentu.
V. Informasi tentang bantuan
yang diberikan pihak lain.
a.
Upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi
bencana yang dialami :
1.
Masyarakat di ungsikan pada lokasi dan sebagian di
ungsikan tinggal bersama keluarga yang tinggal jauh dari lokasi bencana.
2.
Melaporkan kejadian bencana oleh Kades Oeniko kepada
Camat Amabi Oefeto Timur untuk melihat
kondisi masyarakat yang terkena bancana.
3.
Camat Amabi Oefeto turun di lokasi bencana dan meminta masyarakat yang tinggal
di hutan untuk tetap tinggal di
hutan sambil menunggu terpal sebanyak 35
lembar yang akan diberikan oleh Camat dan 9 bahan pokok lainnya yang mana
sampai dengan saat ini bantuan tersebut belum pernah turun di masyarakat
4.
Tanggal 29 Maret 2004 Tim dari cabang Dinas
Kehutanan Amabi Oefeto Timur turun dan
membentak – bentak masyarakat untuk pindah tempat lain karena lokasi itu milik
Kehutanan dan juga berada di jalur hijau, akan tetapi masyarakat tidak setuju
dengan perintah dari Petugas Dinas Kehutanan dengan alasan :
4 Kampung Sonhilo
dari awal tempat kebunnya nenek moyang, sejak abad ke 17 dan di huni memnetap
sebagai kampung dari tahun 30 oleh nenek moyang kami jadi kami tidak mau pindah
ke tempat lain.
4 Tertutupnya
aliran sungai sehinggga sungai berpindah arah dan masuk kepemukiman penduduk,
dan selama ini tidak pernah terjadi banjir walaupun hujan badai.
5.
Tanggal 2 April 2004, Wakil Bupati Kupang turun di
lokasi bencana untuk melihat
langsung lokasi bencana, dan meminta masyarakat untuk menunggu tim yang akan
turun unutk mengambil data karena ada sementara keluar.
Tidak munculnya
bantuan terpal sesuai dengan janji Camat maka Kepala desa meminta masyarakat
agarkembali ke rumahnya masing – masing yang walaupun dalam ancaman bencana
susula.
Sampai dengan
saat ini belum pernah ada bantuan dari Gereja, LSM, atau phak manapun unutk
meringanlan beban masyarakat yang
tertimpa bencana.
VI. Rekomendasi.
v Yang menjadi kebutuhan utama masyarakat korban bencana
adalah :
1.
Sembako
2.
Obat – obatan
3.
Mengatasi ancaman banjir
4.
Membantu dengan bahan – bahan untuk perbaiki sumber
mata air yang rusak.
v Yang sangat
mendesak dan yang menjadi harapan
mayarakat adalah :
“ Mengatasi
ancaman banjir susulan dengan meminta
jasa alat yang bisa menggusur gundulan tanah yang menutupi aliran sungai
sepanjang 350 meter, sehingga kembali berfungsi seperti semula.
v Alasan –
alasan mengharapkan jas alat gusur
adalah :
1.
Untuk menyelamatkan
235 iwa dari ancaman banjir.
2.
Untuk menyelamatkan rumah – rumah peduduk yang
berjumlah 55 yang terdiri dari ;
-
17 buah rumah semi permanen
-
38 buah rumah darurat
3. Untuk
menyelamatkan 1 buah gedung Gereja yang
berukuran 24 x 9 meter (permanen).
Dan 3 buah rumah semi permanen yang
terdiri dari : Kantor Desa, Rumah
Pelayan ( Pendeta ), Kantor Kelompok NTAADP dan Rumah Sekolah SD Kecil Sonhilo.
4. Untuk
menyelamatkan tanaman masyarakat berupa :
-
Kelapa sebanyak 1446 pohon
-
Pisang sebanyak 1236 pohon
-
Jambu sebanyak 995
pohon
-
Kemiri sebanyak 138 pohon
-
Jati 907 pohon
-
Gamelin
-
Mahoni 164 pohon
5
Ternak milik masyarakat yang terancam, yang terdiri
dari :
-
Sapi 87 ekor
-
Babbi 141 ekor
-
Ayam 188 ekor
-
Anjing 139 ekor
-
Kambing 24 ekor
6. Menyelamatkan
tanaman yang tidak dapat di hitung berupa Jara, Ubi kayu dan lain – lain.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar