1. 1. TANAMKAN
RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK AKAN
KEMAMPUAN DIRI SENDIRI UNTUK MENGURANGI RISIKO BENCANA
Anak – anak mempunyai kemampuan
dalam diri untuk mengurangi risiko
bencana. Kekuatan yang dimiliki anak sering terabaikan dalam proses – proses
pengurangan risiko bencana .pada hal bila kita mau berupaya
![]() |
| anak - anak SDI.oefau,Desa Taebone,Kecamatan Fatukopa ,Kab.Timor Tengah selatan - NTT sedang membuat peta daerah berbahaya diwilayah mereka |
2. 2. YAKINLAH
BAHWA ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MENCIPTAKAN BUDAYA SADAR BENCANA DAN BUDAYA
TANGGUH BENCANA
| siswa SDI Besabnao,Desa Pili,Kecamatan Kie,TTS- NTT sedang melakukan penanaman anakan untuk mengurangi bahaya longsor di sekolah mereka |
3. 3. BERIKAN
KESEMPATAN DAN RUANG BAGI ANAK UNTUK
MENGASAH PENGETAHUAN,KETRAMPILAN DAN PRAKTEK PENGURANGAN RISIKO BENCANA
4. 4. BANYAK
PELOPOR PENGGERAK PENGURANGAN RISIKO BENCANA BERBASIS ANAK DISEKITAR KITA
“ MENANAM UNTUK MASA DEPAN ”
MAYA NOMLENI, SISWI KELAS VI SEKOLAH DASAR INPRES BESABNAO
Anak kelempat dari lima bersaudara pasangan Lukius Nomleni dan Nondra Naat, mengaku sangat senang dengan kegiatan pendidikan bencana yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia dan PMPB NTT. “ saya senang belajar bencana, karena saya bisa tahu jenis—jenis bencana, menonton film, menggambar ”. Ujarnya, Sembari menambahkan bahwa ia juga senang menanam pohon, supaya jangan longsor.”saya tanam pohon, supaya jangan longsor” katanya
Tentang tanaman yang ditanamnya, anak dari sekretaris Komite SDI Besabnao ini, adalah anakan yang ada di desa seperti mahoni, jati, dan gamalin. “ saya tanam anakan mahoni, jati dan gamalin, karena ada di desa” kata Maya
Anggota regu P3K Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) ini, TSBS) ini, selalu teribat secara aktif dalam berbagai kegiatan pengurangan resiko bencana di SDI Besabnao sejak awal hingga akhir Program P3KPRB dan memiliki ketrampilan dalam P3K (Pertolongan Pertama dan Kesehatan) “ saya suka merawat orang” ujarnya.
Tentang cita—citanya, Maya mengatakan bahwa ia ingin menjadi dokter, karena dapat membantu sesamea ” saya mau jadi dokter, bisa tolong orang” kata siswi kelas VI SDI Besabnao ini.
Berkat bimbingan dari orang tuanya dan semangat untuk belajar, membuat Maya selalu berprestasi menjadi sosok yang disenangi teman-temannya, ia juga tidak segan—segan bertanya ketika ia tidak memahami apa yang disampaikan oleh fasilitator dalam setiap diskusi atau pelatihan pengurangan resiko bencana. (Anthon/PMPB NTT)
5. 5. BERBICARALAH
DAN BERTINDAK LEBIH BANYAK DARI BIASANYA BERSAMA ANAK UNTUK
MEMULAI DARI HAL KECIL
| pelatihan public speaking bagi siswa SDI Taebone ,menanamkan rasa percaya diri berbicara didepan umum |
6. 6. MINTALAH
DUKUNGAN PADA PIHAK LAIN SELAIN ORANG TUA UNTUK MENDUKUNG ANAK – ANAK
7. 7. LEBIH
BANYAK MELIBATKAN ANAK – ANAK DALAM PERENCANAAN SEKOLAH DAN DESA: DENGAR
,RESAPI DAN PRAKTEKTAN APA IDE MEREKA
8. 8. HARGAI
DAN BERIKAN PENGHARGAAN KEPADA ANAK – ANAK SEKECIL APAPUN YANG DIHASILKAN
| penyerahan hadiah lomba PRB bagi anak sekolah |
9. 9. SEKOLAH
DAPAT MEMBUAT KEPUTUSAN MENDUKUNG UNTUK MELINDUNGI ANAK-ANAK
110 BILA
MASIH GAGAL TERUSLAH MENDUKUNG ANAK-ANAK, KARENA KEBERHASILAN TINGGAL SELANGKAH LAGI













Tidak ada komentar:
Posting Komentar