BENCANA DISEKITAR KITA

MARI KURANGI RISIKO BENCANA SEKARANG JUGA

Selasa, 09 April 2013

10 langkah menuju PRB anak

langkah - langkah ini merupakan hasil pembelajaran PMPB dalam melakukan kerja -kerja Pengurangan Risiko bencana berbasis anak. langkah - langkah ini bukan merupakan sebuah sistimatisasi yang harus diikuti tahap demi tahap, tetapi merupakan sebuah acaun yang bisa dikembangkan lebih jauh dalam mendukung proses PRB anak menuju ketangguhan .langkah - langkah tersebut sebagai berikut :


1.     1.  TANAMKAN  RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK AKAN KEMAMPUAN DIRI SENDIRI UNTUK MENGURANGI RISIKO BENCANA
Anak – anak mempunyai kemampuan dalam diri untuk  mengurangi risiko bencana. Kekuatan yang dimiliki anak sering terabaikan dalam proses – proses pengurangan risiko bencana .pada hal bila kita mau berupaya

 
anak - anak SDI.oefau,Desa Taebone,Kecamatan Fatukopa ,Kab.Timor Tengah selatan - NTT sedang membuat peta daerah berbahaya diwilayah mereka 


2.       2. YAKINLAH BAHWA ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MENCIPTAKAN BUDAYA SADAR BENCANA DAN BUDAYA TANGGUH BENCANA

siswa SDI Besabnao,Desa Pili,Kecamatan Kie,TTS- NTT sedang melakukan penanaman anakan  untuk mengurangi bahaya longsor di sekolah mereka 

3.    3.    BERIKAN KESEMPATAN DAN RUANG BAGI ANAK  UNTUK MENGASAH PENGETAHUAN,KETRAMPILAN DAN PRAKTEK PENGURANGAN RISIKO BENCANA

 (salah satu contoh bentuk integrasi PRB dalam mata pelajaran matematika)
 Pada tanggal 27 hingga 28 November 2012, hujan lebat mengguyur wilayah desa Pili, kecamatan Kie . walau hujan sudah 2 hari anak - anak sekolah SDI Besabnao  seperti biasa. hanya di kelas 1 ada  3 orang yang tidak masuk sekolah dari 23 orang siswa, 24 siswa kelas 2 , ada 4 orang yang tidak masuk sekolah. kelas 5  ada 7 orang yang tidak masuk sekolah dari 19 orang siswa ,  karena jalan kesekolah mereka  harus melewati daerah banjir. bisakah kamu menghitung berapa orang yang tidak hadir disekolah selama hujan 2 hari itu ?         a. 8 orang     b. 7  orang     c. 14 orang      d. 9 orang

4.       4. BANYAK PELOPOR PENGGERAK PENGURANGAN RISIKO BENCANA BERBASIS ANAK DISEKITAR KITA
“ MENANAM UNTUK MASA DEPAN ”
MAYA NOMLENI, SISWI KELAS VI SEKOLAH DASAR INPRES BESABNAO



 Maya Nomleni (10) tubuhnya mungil dan selalu smart  dalam menyapa teman—teman sebayanya, tidak dipungkiri  jika  selalu berprestasi  di sekolahnya, ia adalah sosok yang selalu menjadi teladan bagi anak—anak di SD I Besabnao dan juga di desa Pili, karena ia selalu semangat untuk belajar.
Anak kelempat dari lima bersaudara pasangan Lukius Nomleni dan Nondra Naat, mengaku sangat senang dengan kegiatan pendidikan bencana yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia dan PMPB NTT. “ saya senang belajar bencana, karena saya bisa tahu jenis—jenis bencana, menonton film, menggambar ”. Ujarnya, Sembari menambahkan bahwa ia juga senang menanam pohon, supaya jangan longsor.”saya tanam pohon, supaya jangan longsor” katanya
Tentang tanaman yang ditanamnya, anak dari sekretaris Komite SDI Besabnao ini, adalah anakan yang ada di desa seperti mahoni, jati, dan gamalin. “ saya tanam anakan mahoni, jati dan gamalin, karena ada di desa” kata Maya
 Anggota regu P3K Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) ini,TSBS) ini, selalu teribat secara aktif dalam berbagai kegiatan pengurangan resiko bencana di SDI Besabnao sejak awal hingga akhir Program P3KPRB  dan memiliki ketrampilan dalam P3K (Pertolongan Pertama dan Kesehatan) “ saya suka merawat orang” ujarnya.
Tentang cita—citanya, Maya mengatakan bahwa ia ingin menjadi dokter, karena dapat membantu sesamea ” saya mau jadi dokter, bisa tolong orang” kata siswi kelas VI SDI Besabnao ini.
Berkat bimbingan dari orang tuanya dan semangat untuk belajar, membuat Maya selalu berprestasi menjadi sosok yang  disenangi teman-temannya, ia juga tidak segan—segan bertanya ketika ia tidak memahami apa yang disampaikan oleh fasilitator dalam setiap diskusi atau pelatihan pengurangan resiko bencana.  (Anthon/PMPB NTT)


5.      5.  BERBICARALAH DAN BERTINDAK   LEBIH  BANYAK DARI BIASANYA BERSAMA ANAK UNTUK MEMULAI DARI HAL KECIL

 
pelatihan public speaking bagi siswa SDI Taebone ,menanamkan rasa percaya diri berbicara didepan umum

6.      6.  MINTALAH DUKUNGAN PADA PIHAK LAIN SELAIN ORANG TUA UNTUK MENDUKUNG ANAK – ANAK


7.     7.   LEBIH BANYAK MELIBATKAN ANAK – ANAK DALAM PERENCANAAN SEKOLAH DAN DESA: DENGAR ,RESAPI DAN PRAKTEKTAN APA IDE MEREKA


8.      8.  HARGAI DAN BERIKAN PENGHARGAAN KEPADA ANAK – ANAK SEKECIL APAPUN YANG DIHASILKAN
penyerahan hadiah lomba PRB bagi anak sekolah



9.    9.   SEKOLAH DAPAT  MEMBUAT KEPUTUSAN MENDUKUNG UNTUK  MELINDUNGI ANAK-ANAK

 Pembuatan keputusan kepala Sekolah bagi Tim siaga bencana Sekolah, Keputusan Sekolah untuk Integrasi PRB dalam mata pelajara,muatan lokal dan pengembangan diri

110   BILA MASIH GAGAL TERUSLAH MENDUKUNG ANAK-ANAK, KARENA  KEBERHASILAN TINGGAL SELANGKAH LAGI




Tidak ada komentar:

Aktifitas PMPB NTT