(kupang 15 Des 2013)
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir merasa lega karena pemerintah melalui Balai sungai Nusa Tenggara II telah mengerjakan tanggul sepanjang 80 meter di desa lasaen kecmatan Malaka Barat kabupaten Malaka. tanggul ini jebol pada tahun 2010 dan membuat alur sungai baru melintasi perkampungan desa Lasaen. akibat jebolnya tanggul ini, masyarakat yang mendiami wilayah Desa Lasaen,Fafoe,Umatoos dan sekitar nya merasa tidak aman bila musim hujan telah tiba. tapi syukurlah penantian selama dua tahun terjawab sudah dengan dibangun kembali tanggul tersebut.. tanggul tersebut dibangun oleh kontraktor CV. ALFRED dengan jangka waktu pengerjaan 90 hari.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir merasa lega karena pemerintah melalui Balai sungai Nusa Tenggara II telah mengerjakan tanggul sepanjang 80 meter di desa lasaen kecmatan Malaka Barat kabupaten Malaka. tanggul ini jebol pada tahun 2010 dan membuat alur sungai baru melintasi perkampungan desa Lasaen. akibat jebolnya tanggul ini, masyarakat yang mendiami wilayah Desa Lasaen,Fafoe,Umatoos dan sekitar nya merasa tidak aman bila musim hujan telah tiba. tapi syukurlah penantian selama dua tahun terjawab sudah dengan dibangun kembali tanggul tersebut.. tanggul tersebut dibangun oleh kontraktor CV. ALFRED dengan jangka waktu pengerjaan 90 hari.
jebol ketika banjir kiriman dari kabupaten Timor Tengah selatan,Timor
Tengah Utara dan Belu pada sabtu dini hari (15/11/2013). tanggul ini
dibangun untuk menutup kembali alur sungai baru yang terjadi akibat
meluapnya sungai benenain pada tahun 2010 lalu. tanggul yang dibangun
sepanjang 85 meter di kerjakan dengan dana APBN tahun 2013 dengan nilai
kontrak Rp. 970.000.000.
harapan masyarakat,agar tanggul tersebut dapat diperbaiki kembali agar mereka dapat terhindar dari banjir tahunan tersebut.
untuk inormasi lebih lanjut hubungi PMPB - NTT












Tidak ada komentar:
Posting Komentar