Gerakan tanah atau lebih lasim tanah longsor ,merupakan salah satu ancaman terbesar di provinsi NTT. longsor memang sangat mengganggu kehidupan masyarakat NTT umumnya dan khususnya masyarakat yang tinggal didaerah pegunungan, karena sangat rentan terhadap bahaya longsor .longsor disebabkan oleh faktor curah hujan,struktur tanah ,batuan dan vegetasi di wilayah tersebut. untuk itu perlu membangun penyadaran bagi masyarakat yang tinggal didaerah rawan longsor serta membuat rencana mitigasi yang murah ,sehingga dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri.
| Gambar 1: salah satu lokasi gerakan tanah di Desa Kolbano- TTS |
untuk maksud tersebut, maka dari tanggal 12 - 14 agustus 2014, Puisdiklat Geologi kementerian ESDM bekerjasama dengan BPBD NTT, menyelenggarakan pelatihan penyuluh mitigasi bencana gerakan tanah di hotel swiss bell kupang.
pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala pelaksana BPBD NTT, Tini Thadeus SH.pada kesempatan tersebut Kalak BPBD NTT mengucapkan terima kasih atas perhatian pusdiklat Geologi terhadap wilayah NTT sehingga mau menyelenggarakan pelatihan di tempat ini, karena pelatihan seperti ini sangat di butuhkan pemerintah dan masyarakat NTT karena merupakan wilayah yang rawan terhadap ancaman longsor
![]() |
| gambar2. Kalak BPBD-NTT ketika membuka kegiatan |
pelatihan diikuti oleh 40 orang peserta berasal dari SKPD Pemerintah Provinsi NTT, Tokoh Masyarakat,LSM,Tokoh agama dan perwakilan organisasi yang ada di kota kupang. pelatihan selama dua hari bertujuan untuk meningkatkan daya antisipasi,proteksi gerakan tanah dan adaptasi terhadap gerakan tanah yang terjadi . materi pelatihan yang di berikan oleh instruktur dari pusdiklat Geologi antara lain, mengenal gerakan tanah, menyusun bahan sajian gerakan tanah ,mitigasi gerakan tanah dan praktek lapangan di kelurahan mantasi,kota kupang.
![]() |
| gambar3. peserta pose bersama kalak BPBD dan Tim Pusdiklat Geologi |














Tidak ada komentar:
Posting Komentar