BENCANA DISEKITAR KITA

MARI KURANGI RISIKO BENCANA SEKARANG JUGA

Selasa, 26 Agustus 2014

suatu saat di Kamanasa

Tahun 1991, merupakan tahun dimana memulai kehidupan baru sebagai pekerja lapangan.pilihan ini saya  ambil karena "terpaksa". yah terpaksa, karena setelah melamar- sana sini dengan modal diploma3, tidak pernah diterima ,padahal kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sepeninggal Ayah tercinta tahun 1990, terus mendesak.

waktu itupun tiba,setelah melalui proses seleksi, saya di terima menjadi  seorang pendamping lapangan untuk program Gerakan membangun Desa (gerbades).
 setelah lolos seleksi kami dibekali oleh para instruktur tentang berbagai ilmu yang berkaitan dengan pendampingan masyarakat, 
bersama teman- teman pada saat pelatihan Gerbades 1991,

peserta yang mengikuti pelatihan  berasal dari 12 Kabupaten di NTT, dan pelatihan di pusatkan di Kupang, dengan penyelenggara kegiatan dari kantor Pembangunan Desa (sekarang BPMD) provinsi NTT.

program Gerbades merupakan program Gubernur Hendrik  Fernandes, yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan desa ,dengan menerjunkan tenaga-tenaga pendamping ke desa - desa.

suasana perpisahan diakhir pelatihan kader Gerbades 1991


setelah pelatihan para kader gerbades berakhir, tibalah saatnya kami menerima penempatan . para kader akan ditempatkan diseluruh  desa sasaran program, dengan kewenangan penempatan ada di tangan pihak bangdes.

saya mendapat lokasi penempatan di desa Kamanasa,Kecamatan Malaka Tengah,Kabupaten Belu (sekarang kabupaten Malaka). menurut saya, nama desa ini sangat asing. saya baru mendengar  setelah membaca dalam SK penempatan.

saya ingat betul ,saat penempatan di bulan  juli 1991, tetapi saya baru berangkat ke lokasi pada bulan agustus 1991, tepatnya tanggal 13 agustus 1991. keterlambatan keerangkatan ke lokasi karena beberapa alasan. pertama, sejak kecil saya belum pernah jauh dari orang tua, kedua, saya tidak bisa masak,mencuci dan seterika  dan ketiga, yang buat saya  gugup, ketika mendengar   ceritera - ceritera teman - teman bahwa di Belu sangat terkenal dengan ilmu hitam mereka.
bersama teman - teman  dari Desa kamanasa tamasya ke pantai Motadikin 
walau pikiran serba kacau memikirkan  semua persoalan pribadi, tetapi tekadku sudah bulat,saya harus berangkat untuk bekerja. pikir saya, kekurangan saya akan diperbaiki di desa nanti. belajar masak,belajar cuci dan seterika.
kerja tambahan di desa. jadi MC dalam berbagai acara

3 tahun bekerja didesa sebagai kader pembangunan desa, sangat saya nikmati. banyak pelajaran berharga yang didapat. banyak teman dan saudara, banyak strategi adaptasi terhadap kerasnya hidup diperoleh. terima kasih untuk semua  teman- teman yang telah membuat hidup ini berarti ditempat yang baru.
perpisahan dengan teman-teman di kamanasa 1994
tiga tahun bergelut dengan persoalan yang sekan tidak pernah selesai, tetapi waktu program telah selesai,saya harus kembali ke kupang. teman- teman didesa kamanasa,seakan tidak rela saya kembali. perpisahan sederhana malam itu, tanpa kata-kata.semua diam,hanya  gerakan tubuh yang dapat terbaca, "kemesraan ini janganlah cepat berlalu"


Tidak ada komentar:

Aktifitas PMPB NTT