Rabu, 17 Juni 2015 10:50 (di copy dari laman poskupang)
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Pemahaman
masyarakat Kota Kupang sampai dengan saat ini masih rendah terkait pengurangan
risiko bencana, sehingga butuh upaya untuk peningkatan kesadaran mereka agar
penanggulangan bencana menjadi lebih baik. Hal ini disampaikan Ketua Forum
Pengurangan Risiko Bencana Provinsi NTT, Julius Nakmofa, dalam lokakarya
pembentukan forum pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim Kota
Kupang di Kantor Walikota Kupang, Selasa (16/6/2015)
Dijelaskannya, penanggulangan bencana
merupakan tugas dan tanggung jawab semua pihak termasuk masyarakat agar bisa
melakukan langkah-langkah pencegahan dari diri sendiri. Karena itu, Forum PRB
API Kota Kupang memiliki tanggung jawab melakukan penyadaran terhadap
masyarakat di semua tingkatan.
"Kadang ada masyarakat kita atap
sengnya terlipat sedikit karena terkena dahan pohon berarti harus ada lapor ke
BPBD untuk minta ganti. Ini harus diubah dan FPRB API memiliki tugas untuk
itu," jelasnya.
Dijelaskannya, Kota Kupang saat ini
sudah memiliki sejumlah program yang baik terkait PRB API, seperti kegiatan
Jumat Bersih maupun Brigade Kupang Sehat (BKS). Dimana kegiatan kebersihan bisa
mengurangi potensi kebakaran, sedangkan BKS bisa menyelamatkan nyawa orang yang
sedang mengalami sakit. "Jangan sampai orang meninggal bukan karena sakit,
tetapi karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan," urainya.
Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man
menjelaskan, pembentukan FPRB API Kota Kupang bukanlah untuk menjadi satu
lembaga super power dalam penanganan semua jenis bencana di Kota Kupang. Namun,
katanya, keberadaan FPRB API Kota Kupang harus menjadi media yang baik untuk
mengkoordinir semua lini, sehingga penanganan bencana di Kota Kupang bisa
dilakukan secara baik, cepat, dan tepat.
"Untuk tenaga kita bisa minta di
PMI, TNI, Polri, maupun Basarnas dan lembaga lainnya. Tetapi FPRB API tugasnya
untuk mengkoordinir semua pihak ini, dengan menjalin kerja sama yang baik agar
bisa maksimal di lapangan," tegasnya.
Ketua PMI Kota Kupang, Resdiana Salean-Ndapamerang seusai kegiatan
menjelaskan, pembentukan FPRB API Kota Kupang penting untuk mengkoordinir
penanganan bencana di Kota Kupang. Menurutnya, ini merupakan program PMI Kota
Kupang tahun 2015, setelah dua tahun sebelumnya melakukan pembenahan pada
penguatan kapasitas relawan. (meo)
Editor: sipri_seko
Sumber: Pos Kupang












Tidak ada komentar:
Posting Komentar