Bertempat di hotel
Joniar Kupang, telah berlangsung workshop
untuk mengakhiri program “
membangun kebertahanan masyarakat dalam
menghadapi bencana dan adaptasi perubahan iklim’, yang sudah dilaksanakan di
Desa Oeniko , SD Negeri Sonkiko di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Desa Leloboko
dan SD GMIT Leloboko , kecamatan Amfoang Selatan .
| Julius Nakmofa,Direktur PMPB sedang menjelaskan butir - butir rekomendasi dalam workshop |
Program membangun
kebertahanan masyarakat dalam menghadapi
bencana dan adaptasi perubahan iklim, merupakan sebuah program kerjasama PMPB –
NTT dan kedutaan besar jepang, dan telah dilaksanakan sejak tanggal 1 April 2015 – 31 Maret 2016.
Kegiatan workshop
yang dilaksanakan tanggal 31 Maret 2016, dihadiri oleh 60 orang peserta yang
berasal dari perwakilan sekolah, Satuan kerja perangkat daerah terkait lingkup
pemerintah kabupaten Kupang, tingkat provinsi NTT , perwakilan NGO , perwakilan dari masyarakat desa serta sekolah dampingan PMPB.
Direktur PMPB NTT,
Julius Nakmofa , ketika memberikan pengantar dalam acara tersebut mengatakan,
pelaksanaan program Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan
Iklim (API) telah dilaksanakan
selama satu tahun , dan hari ini
merupakan hari terakhir dari program.
| sebahagian peserta yg mengikuti kegiatan workshop |
Julius Nakmofa berharap agar pertemuan hari
ini dapat memberi masukan tambahan bagi
warga masyarakat dan sekolah dalam mengurangi risiko bencana diwilayah mereka .
“ Kami berharap,
pertemuan hari ini , kita saling berbagi informasi agar lebih memperkaya pengetahuan,
ketrampilan dan pengalaman kita dalam pengurangan risiko bencana dan adaptasi
terhadap perubahan ilkim “ kata
julius mengakhiri kata pengatar kegiatan
workshop .
Pada bagian lain, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, yang
diwakili oleh Kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD kabupaten Kupang,
Ayub Hile SH, ketika membuka acara workshop mengatakan bahwa, sinergi antara
Pemerintah dan masyarakat dalam
menangulangi bencana perlu terus ditingkatkan, mengingat penanggulangan bencana merupakan tanggung
jawab semua pihak.
| Ayub Hili,SH,Kabid I BPBD Kabupaten Kupang, mewakili kepala pelaksana BPBD Kabupaten Kupang ketika memberikan arahan |
“ Daerah Kabupaten
Kupang merupakan daerah rawan bencana, sehingga kita semua perlu melakukan
upaya – upaya untuk mengurangi riiko yang timbul. Salah satu bentuk kegiatan
yang dilakukan adalah kegiatan yang sudah dilakukan oleh PMPB – NTT” tambah
Ayub Hili.
Pada bagian akhir sambutannya, Ayub Hili
menyampaikan terima kasih kepada PMPB dan Kedutaan besar Jepang, yang telah
membantu masyarakat kabupaten kupang ,khususnya dua desa dan dua sekolah yang telah mendapatkan
manfaat langsung dari program ini .












Tidak ada komentar:
Posting Komentar